Top
Kamis, 07 November 2024 | Edukasi

Hai Guru PAUD Indonesia. Sebentar lagi sudah tiba saatnya untuk membuat laporan perkembangan anak didik. Agar bisa memberikan penilaian tentang perkembangan anak usia dini, terutama anak PAUD berusia 4-6 tahun, guru PAUD perlu memahami aneka peningkatan serta hal-hal yang perlu dikembangkan di berbagai aspek keterampilan. Artikel Terkait: Ada 10 KRITERIA PENTING PENILAIAN Perkembangan Anak dalam Raport PAUD / TK 12 Tips Praktis dan Simpel Menulis Laporan Perkembangan Anak PAUD / TK Deskriptif / Berbentuk Narasi Beberapa aspek penilaian yang penting antara lain, motorik, bahasa, sosial-semosional, kognitif, kemandirian, dan aneka keterampilan yang mendukung perkembangan anak. Penilaian ini sangatlah penting, agar guru PAUD bisa memberikan dukungan yang tepat dan tentu saja dengan tetap bekerja sama dengan guru. Berikut ini adalah beberapa aspek penilaian yang penting dan cara menilainya. 1. Penilaian Kemampuan Motorik Kemampuan ini dibagi menjadi 2, yaitu motorik halus dan motorik kasar. Motorik kasar bisa dinilai dari kemampuan anak didik saat melakukan aneka aktivitas, misalnya berlari, berjalan, melompat, memanjat, berdiri dengan satu kaki, berjalan di atas papan, dan lainnya. Motorik kasar mencakup kekuatan otot besar dan keterampilan dalam menjaga keseimbangan. Motorik halus bisa dinilai dari kemampuan anak didik dalam melakukan aneka aktivitas, misalnya menggambar bentuk, menulis bentuk huruf, menggunting, menyusun balok, membuat garis / pola, dan lainnya. Berikut ini contoh kalimat / deskripsi dalam raport: Motorik Halus: Ananda menunjukkan keterampilan yang baik dalam mengkoordinasikan gerakan jari-jari, seperti saat menggunting, mewarnai, dan meronce dengan cukup rapi dan sudah sesuai dengan yang diharapkan. Motorik Kasar: Ananda sangat aktif dan percaya diri dalam melakukan gerakan fisik, seperti melompat, berlari, serta menyeimbangkan tubuh saat bermain alat permainan di luar ruangan. Baca juga: 5 Aktivitas Mudah Kembangkan Motorik Halus Anak 2. Penilaian Keterampilan Linguistik / Berbahasa Penilaian ini mencakup kemampuan anak dalam menerima informasi, berkomunikasi, dan berinteraksi. Beberapa kegiatan yang bisa diberikan dalam penilaian ini adalah mengenali huruf, memahami kosakata dengan petunjuk gambar, bercerita dengan kalimat sederhana, memahami cerita, dan lainnya. Berikut ini contoh kalimat / deskripsi dalam raport:Ananda menunjukkan kemampuan berbahasa yang sangat baik dengan mengenali beberapa huruf dan kosakata sederhana melalui petunjuk gambar. Ananda juga mampu bercerita menggunakan kalimat sederhana dan memahami cerita yang disampaikan, menunjukkan perkembangan positif dalam menerima dan mengkomunikasikan informasi. Baca juga: 7 Ciri Anak Usia Dini yang Memiliki Kecerdasan Berbahasa dan Cara Membimbingnya! 3. Penilaian Keterampilan Sosial dan Emosional Penilaian ini dilakukan melalui pengamatan dalam keseharian anak di sekolah, misalnya saat menyapa teman, berinteraksi dengan teman, saat menghadapi persoalan dengan teman, ketulusan dalam memaafkan teman yang bersalah, saat ia mampu berbagi kepada teman, dan lainnya. Penelitian ini juga bisa dilakukan saat anak didik melakukan kegiatan berkelompok, bermain peran, dan kegiatan lainnya. Bersama RIRI, Si Kecil Bisa Semakin Tumbuh Jadi Anak Yang Cerdas dan Berkarakter   Berikut ini contoh kalimat / deskripsi dalam raport: Ananda menunjukkan perkembangan sosial emosional yang baik, terlihat dari kemampuan menyapa dan berinteraksi dengan teman dengan ramah. Ananda mampu berbagi dan memaafkan teman yang berbuat salah dengan tulus, serta menunjukkan sikap positif saat bermain peran dan dalam kegiatan berkelompok. Baca juga: 6 Keterampilan Sosial yang Harus Dimiliki Anak Usia Dini 4. Penilaian Kemampuan Kognitif Anak didik bisa diajak untuk bermain tebak-tebakan atau berdiskusi interaktif dengan materi tentang warna, bentuk, angka, alfabet, benda di sekitar, alat transportasi, dan lainnya. Berikut ini contoh kalimat / deskripsi dalam raport:Ananda menunjukkan minat dan keterlibatan yang tinggi dalam kegiatan tanya jawab dan diskusi interaktif. Ananda dapat mengenali dan menyebutkan warna, bentuk, angka, dan alfabet dengan baik, serta mengenali benda-benda di sekitar dan alat transportasi, menunjukkan perkembangan kognitif yang positif. Baca juga: Tips Jitu Kembangkan Kognitif Anak dengan 5 Cara Sederhana. Cara ke-5 Paling Keren! 5. Penilaian Kemandirian Amati anak didik saat melakukan kegiatan merapikan alat tulis, merapikan mainan, kelengkapan alat tulis yang ia bawa, kelengkapan atribut sekolah, kemampuan untuk makan secara mandiri, dan lainnya. Kemampuan ini sangatlah esensial untuk mengukur dan memutuskan apakah anak didik sudah siap melanjutkan ke tahap pendidikan selanjutnya atau belum. Berikut ini contoh kalimat / deskripsi dalam raport: Ananda menunjukkan tingkat kemandirian yang baik dalam berbagai kegiatan sehari-hari. Anak dapat merapikan alat tulis dan mainan dengan rapi, serta membawa kelengkapan alat tulis dan atribut sekolah secara mandiri. Selain itu, anak juga mampu makan sendiri, yang menunjukkan kesiapan untuk melanjutkan ke tahap pendidikan berikutnya. LKPD PAUD GRATIS, Bisa Diunduh di Portal Ini Sumber Referensi: 1.  Lss.yukonschools.ca. (2022). Appendix l comment framework [1] 2. Journal.kfionline.org. (2022). Reporting on the kindergarten child [2]

Rabu, 23 Oktober 2024 | Edukasi

Anak PAUD usia 2-4 tahun, atau usia Kelompok Bermain, adalah suatu fase emas atau golden age. Dalam fase ini, anak didik mulai mengembangkan kemandirian, kreativitas, rasa ingin tahun, dan aneka soft skill. Baca juga: Tips MEMBUAT PROGRAM TAHUNAN PAUD Kurikulum Merdeka 2024: Jadikan PROTA EFEKTIF Kembangkan Segala Aspek KECERDASAN Modul ajar untuk anak di usia dini perlu disusun dirancang secara khusus, demi menstimulasi perkembangan kreativitas, kemandirian, dan aneka soft skills, sehingga bisa memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak usia kelompok bermain. Inilah beberapa poin yang perlu diperhatikan saat membuat modul ajar bagi anak PAUD usia 2-4 tahun. 1. Kegiatan yang Sederhana Kegiatan sederhana, seperti cara merapikan mainan, menali sepatu, merapikan buku, dan lainnya perlu diajarkan secara teoritis dengan bahasa yang mudah dipahami. Lebih dari itu, guru perlu memandu dan membimbing anak didik agar mampu melakukannya melalui pembiasaan sehari-hari. Baca juga: KEGIATAN ANAK yang Sederhana & Termudah DENGAN HANDPHONE | Kembangkan Literasi Digital Bersama Si Kecil Usia 5-6 Tahun 2. Kemandirian Jadi Prioritas Aneka kegiatan perlu difokuskan pada pertumbuhan kemandirian anak didik. Guru perlu memberikan pendampingan bagi anak didik yang memang perlu dibantu secara melekat. Namun, guru juga perlu memahami kapan anak didik perlu melakukannya secara mandiri. KABI: Kisah Teladan Nabi untuk Tumbuhkan Akhlak Anak 3. Bermain untuk Menumbuhkan Kreativitas Dalam Modul Ajar, guru perlu merancang aneka permainan kreatif, seperti bercerita, bermain peran, gerak lagu, dan lainnya. Guru perlu menyediakan aneka peraga agar setiap permainan bisa memicu perkembangan kreativitas anak didik. Variasi kegiatan yang menstimulasi kreativitas anak didik adalah berkegiatan seni rupa dan kerajinan tangan, misalnya menggambar, berkreasi origami, membuat kreasi kolase, dan lainnya. 4. Melibatkan Panca Indera Setiap kegiatan yang dirancang, tidak hanya bertujuan mengembangkan pengetahuan, tapi melatih multisensori anak didik. Beberapa kegiatan seperti bermain air, playdough, dan aneka bahan lainnya perlu diajarkan kepada anak didik agar mendapatkan kesempatan bereksplorasi dengan panca indera mereka. Misalnya, saat anak didik melakukan kegiatan menyentuh buah jeruk dengan mata tertutup, lalu menebak nama buahnya, ia tidak hanya belajar tentang nama buah. Namun, ia juga melatih panca inderanya. Baca juga: Ide PERMAINAN ASYIK untuk Belajar PANCA INDERA | Tema Diriku Anak PAUD Usia 3-4 Tahun 5. Anak Didik Lebih Aktif Kebutuhan setiap anak didik berbeda-beda. Maka, guru perlu menggunakan aneka pendekatan yang berpusat pada anak. Guru bisa merancang aneka kegiatan yang bisa menciptakan suatu pembelajaran dimana anak didik bisa mendapatkan pengalaman belajar secara langsung dengan cara melakukan. Guru perlu memberikan kesempatan kepada anak didik bisa berkembang sesuai kemampuan, bakat, dan keterampilannya masing-masing. Baca juga: 5 Macam Pembelajaran Siswa Aktif di PAUD 6. Mampu Membangun Disiplin dan Tanggung Jawab Guru bisa mengajak anak didik melakukan pembiasaan yang bisa menumbuhkan disiplin dan tanggung jawab melalui aktivitas harian, misalnya menyiram tanaman, menjadi ketua kelas, menjadi asisten guru, dan lainnya. Meski unsur pengetahuan perlu dikembangkan setiap hari, tapi kemandirian dan kreativitas anak usia 2-4 tahun adalah hal yang perlu menjadi prioritas. Maka, setiap pembuatan Modul Ajar, guru perlu merancangnya dengan mengacu pada perkembangan kemandirian dan kreativitas, serta melalui kegiatan yang simpel dan bersifat eksploratif, sehingga bisa memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih banyak melakukan dan aktif. LKA PAUD Gratis: Media Belajar Praktis dan Ekonomis Sumber Referensi: 1. Cceionline.com. (2023). Refreshing kindergarten lesson plans and strategies for success-2 [1] 2. Googleadservices.com. (2024). Aclk [2] 3. Freepik.com. (2023). Woman teaching classroom_269071392.htm [3]

Minggu, 01 Mei 2022 | Edukasi

RPP Tema Alam SemestaSubtema CuacaVersi: Marbel, Merdeka Belajaruntuk PAUD usia 4-5 dan 5-6 tahun (TK-A dan TK-B) A. Tujuan Pembelajaran 1. Kognitif a. Siswa mengenal cuaca panas dan hujanb. Siswa mengenal aktivitas saat cuaca panas dan hujan 2. Ketrampilan dan karakter a. Siswa mengenal pentingnya menjaga alamb. Siswa mengenal perilaku yang baik saat cuaca panas atau hujanc. Siswa membuat karya atau kreasi dengan tema cuaca B. Media Kegiatan 1. Craft a.Kerajinan tangan "Anak Berpayung"Kata Kunci di Google Search: Dunia Belajar Anak id Anak PayungSumber: https://www.duniabelajaranak.id/craft/kreasi-tema-cuaca-anak-berpayung/ b. Kerajinan tangan berjudul "Sedia Payung Sebelum Hujan"Kata Kunci di Google Search: Dunia Belajar id Sedia Payung Sebelum hujanSumber: https://www.duniabelajaranak.id/kreasi-sedia-payung-sebelum-hujan-karya-kak-ridho-kayla/ 2. Games dan Aktivitas Menyenangkan a. Marbel Belajar 6 Musim di BumiKata Kunci di Google PlayStore Search: Marbel Educa 6 Musim di BumiSumber: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.educastudio.marbelcalendarseasons b. Belajar TK dan PAUDKata Kunci di Google PlayStore Search: Marbel Belajar TK dan PAUDSumber:https://play.google.com/store/apps/details?id=com.educastudio.marbelpelajarantkpaud 3. Lagu a. Lihat Kebunku Kata Kunci di Youtube Search: Educa Studio Lihat KebunkuSumber: https://www.youtube.com/watch?v=NFnfaHlbHb4&t=69s b. Pelangi Kata Kunci di Youtube Search: Educa Studio Lagu PelangiSumber: https://www.youtube.com/watch?v=4SAtaWnlBNE&list=PLd3tTF7IpC6puAjXs2m_IwSM5gOqFH21j&index=12 c. Akulah Matahari Kata Kunci di Youtube Search: Educa Studio Lagu Akulah MatahariSumber: https://www.youtube.com/watch?v=vR1dnsB7Geo&list=PLd3tTF7IpC6puAjXs2m_IwSM5gOqFH21j&index=29&t=33s d. Air MengalirKata Kunci di Youtube Search: Educa Studio Lagu Air MengalirSumber: https://www.youtube.com/watch?v=-3OXzZuxjYM&list=PLd3tTF7IpC6puAjXs2m_IwSM5gOqFH21j&index=49&t=1s 4. Dongeng a. Putri Kemarau Kata Kunci di Youtube Search: Dongeng Riri Putri KemarauSumber: https://www.youtube.com/watch?v=lpFVlj4jvoo b. Membersihkan Kelas Kata Kunci di Youtube Search: Dongeng Riri Membersihkan KelasSumber: https://www.youtube.com/watch?v=fCp6i3e6mdw&t=299s   C. Urutan Kegiatan (Kegiatan Pembuka, Inti, dan Penutup) a. Kegiatan Pembuka a. Siswa dan guru saling menyapab. Siswa dan guru berdoa bersamac. Siswa dan guru bernyanyi lagu pembuka : "Lihat Kebunku"d. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang alasan tanaman perlu disiram, terutama saat musim kemaraue. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang manfaat air hujan b. Kegiatan Inti a. Siswa menonton dongeng berjudul "Putri Kemarau"b. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang dongeng yang baru saja ditonton, misalnya:a). Siapa karakter yang ada di dalam dongeng?b). Kapan peristiwa dalam dongeng terjadi?c). Di mana tempat di dalam dongeng terjadi?d). Apa pesan moral dari cerita ini? c. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang ciri musim kemarau dan hujan.d. Siswa bernyanyi lagu "Pelangi".e. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang kapan atau waktu kita bisa melihat pelangi.f. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang apa yang perlu disiapkan saat musim hujan.g. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang cara membuat "Kreasi Anak Berpayung"h. Siswa membuat kreasi kerajinan tangan dengan bimbingan guru.i. Siswa mengumpulkan kerajinan tangan yang telah selesai dikerjakan.j. Siswa mendapatkan penugasan bernyanyi lagu tentang musim, misalnya "Pelangi", "Akulah Matahari", atau "Hujan". c. Kegiatan Penutup a. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang materi yang dipelajari, misalnya:a). Apa ciri musim hujan dan musim kemarau?b). Apa yang perlu disiapkan saat musim hujan atau kemarau?c). Apa manfaat musim hujan atau kemarau?d). Apakah hal baru yang kamu pelajari dalam pembelajaran tema api hari ini? b Siswa menerima penugasan dari guru, yaitu:a). Belajar di rumah dengan bermain dengan aplikasi game "Belajar TK dan PAUD"b). Belajar di rumah dengan bermain aplikasi game "Marbel 6 Musim di Dunia"c. Siswa dan guru melakukan doa penutupd. Siswa dan guru mengucapkan salam penutup / perpisahan Catatan: 1. Kegiatan membuat kreasi craft bisa dikerjakan di rumah2. Penugasan dengan media aplikasi game "Marbel Belajar TK dan PAUD" dan aplikasi "Marbel 6 Musim di Bumi"bisa dilakukan di rumah dengan bimbingan orang tua.Kedua aplikasi di atas bisa di-download secara gratis di "Google Playstore"3. RPP ini bisa digunakan untuk usia 4-5 dan 5-64. Penyesuaian kegiatan sesuai usia bisa dilakukan saat mengajak siswamembuat kreasi kerajinan tangan Usia TK A membuat kreasi lebih mudah,sedangkan usia TK-B membuat kreasi yang lebih menantang

Jumat, 25 Februari 2022 | Edukasi

RPP Tema Air, Udara, ApiSubtema Manfaat dan Ciri-Ciri ApiVersi: Marbel, Blended Learninguntuk PAUD usia 4-5 dan 5-6 tahun (TK-A dan TK-B) A. Tujuan Pembelajaran 1. Kognitif a. Siswa mengenal ciri-ciri apic. Siswa mengenal manfaat api 2. Ketrampilan dan karakter a. Siswa mengenal cara menggunakan api dengan baik dan hematb. Siswa melakukan percobaan tentang apic. Siswa membuat karya atau kreasi dengan tema api B. Media Kegiatan 1. Eksperimen dan Craft a. Siswa melakukan percobaan "Percobaan Balon Tidak Meledak Saat Dibakar"    Kata Kunci di Google Search: Dunia Belajar Anak Percobaan Balon Api Air"    Sumber:     https://www.duniabelajaranak.id/ape/kak-zepe-percobaan-balon-tidak-meledak-saat-dibakar-sifat-api/ b. Kerajinan tangan berjudul "Kreasi Membuat Api Unggun"    Kata Kunci di Google Search: Dunia Belajar Api Unggun"    Sumber:     https://www.duniabelajaranak.id/kreasi-membuat-api-unggun-dengan-tehnik-hand-print/ 2. Games dan Aktivitas Menyenangkan a. Marbel Pemadam Kebakaran    Kata Kunci di Google PlayStore Search: Marbel Educa Pemadam Kebakaran    Sumber:     https://play.google.com/store/apps/details?id=com.educastudio.marbelfiretruck b. Marbel Memasak    Kata Kunci di Google PlayStore Search: Marbel Educa Memasak Makanan Bayi    Sumber:    https://play.google.com/store/apps/details?id=com.educastudio.marbelmagicbabyfoodmaker  3. Lagu a. Kapal Api    Kata Kunci di Youtube Search: Educa Studio Kapal Api    Sumber:     https://www.youtube.com/watch?v=SymCu2IiO2g b. Naik Kereta Api    Kata Kunci di Youtube Search: Educa Studio Kereta Api    Sumber:     https://www.youtube.com/watch?v=4xjRbulIF28 4. Dongeng a. Gadis Penjual Korek Api    Kata Kunci di Youtube Search: Dongeng Riri Korek Api    Sumber:     https://www.youtube.com/watch?v=AMZyzg0HWY8   C. Urutan Kegiatan (Kegiatan Pembuka, Inti, dan Penutup) a. Kegiatan Pembuka a. Siswa dan guru saling menyapab. Siswa dan guru berdoa bersamac. Siswa dan guru bernyanyi lagu pembuka : "Kapal Api"d. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang bahan bakar kapal api dan mengapa bisa keluar asap.e. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang manfaat lain dari api. b. Kegiatan Inti a. Siswa menonton dongeng berjudul "Gadis Penjual Korek Api"b. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang dongeng yang baru saja ditonton, misalnya:    a). Siapa karakter yang ada di dalam dongeng?    b). Apa yang terjadi saat sang gadis menyalakan api?    c). Di mana tempat di dalam dongeng terjadi?    d). Apa pesan moral dari cerita ini? c. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang manfaat api dalam kehidupan sehari-hari seperti dalam dongeng.d. Siswa bernyanyi lagu "Naik Kereta Api".e. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang bahan bakar kereta api dan mengapa bisa mengeluarkan asap.f.  Siswa menjawab pertanyaan guru tentang manfaat api unggun.g. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang cara membuat "Kreasi Api Unggun"h. Siswa membuat kreasi kerajinan tangan dengan bimbingan guru.i. Siswa mengumpulkan kerajinan tangan yang telah selesai dikerjakan.j. Siswa melakukan percobaan "Balon Berisi Air Tidak Terbakar"k. Guru menjelaskan alasan mengapa balon tidak terbakar. c. Kegiatan Penutup a. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang materi yang dipelajari, misalnya:   a). Mengapa kita harus menggunakan api dengan berhati-hati?   b). Bahaya apa sajakah yang bisa ditimbulkan saat menggunakan api secara sembarangan?   c). Apakah ciri-ciri api?   d). Apakah manfaat api yang kamu tau?   e). Apakah hal baru yang kamu pelajari dalam pembelajaran tema api hari ini? b Siswa menerima penugasan dari guru, yaitu:   a). Belajar di rumah dengan bermain dengan aplikasi game "Marbel Memasak"        Manfaat: Agar siswa memahami manfaat api.   b). Belajar di rumah dengan bermain aplikasi game "Marbel Kereta Api"        Manfaat: Agar siswa memahami salah satu manfaat api.   c). Siswa dan guru bernyanyi lagu penutup, yaitu "Kapal Api"  c. Siswa dan guru melakukan doa penutupd. Siswa dan guru mengucapkan salam penutup / perpisahan Catatan: 1. Kegiatan membuat kreasi craft bisa dikerjakan di rumah2. Penugasan dengan media aplikasi game "Marbel Memasak" dan aplikasi "Marbel Kereta Api"    bisa dilakukan di rumah dengan bimbingan orang tua.    Kedua aplikasi di atas bisa di-download secara gratis di "Google Playstore"3. RPP ini bisa digunakan untuk usia 4-5 dan 5-64. Penyesuaian kegiatan sesuai usia bisa dilakukan saat mengajak siswa    membuat kreasi kerajinan tangan Usia TK A membuat kreasi lebih mudah,    sedangkan usia TK-B membuat kreasi yang lebih menantang

Kamis, 24 Februari 2022 | Parenting

Pembelajaran online membawa dampak yang positif dan negatif. Dampak positifnya adalah para siswa tetap bisa mengadakan pembelajaran, tanpa ada resiko penularan virus. Namun tentu saja pembelajaran online tidaklah seefektif pembelajaran offline, dalam hal kualitas perkembangan yang didapatkan siswa. Siswa tetap kehilangan aneka ilmu dan ketrampilan, karena keterbatasan jarak antara guru dan siswa. Untuk siswa dengan kemampuan di atas rata-rata tentu saja tidak jadi masalah, namun tidak semua siswa mampu belajar secara online dengan baik. Kurikulum prototipe dipercaya mampu untuk mengatasi hal ini, karena adanya aneka keistimewaan atau ciri khas yang belum ada di kurikulum sebelumnya. Bagaimana kurikulum prototipe diaplikasikan kepada anak-anak PAUD? 1. Penguatan Profil Pancasila Usia anak-anak adalah usia emas, di mana anak-anak lebih mudah dibentuk baik dari segi kognitif, ketrampilan, dan karakter. Pengembangan kognitif bisa dikembangkan di semua jenjang usia. Sedangkan karakter anak, akan semakin sulit dikembangkan di usia yang semakin besar. Penguatan profil Pancasila adalah salah satu cara untuk mengembangkan rasa toleransi, tenggang rasa, dan saling menghormati antar sesama. Di usia emas ini, anak-anak akan belajar menerapkan sikap toleransi antar umat beragama, dan aneka karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. 2. Bermain adalah Belajar Kegiatan bermain adalah kegiatan yang paling disukai anak-anak. Tentu saja ciri khas ini tidak bisa ditinggalkan untuk anak-anak usia PAUD. Dengan bermain, mereka akan banyak belajar, karena bagi anak-anak belajar adalah dengan beraktivitas yang menyenangkan. Satu hal yang tidak kalah penting juga adalah para pendidik perlu lebih kreatif dalam mengajak anak bermain yang aman dan taat protokol kesehatan. Karena bentuk permainan baik in-door mau pun out-door tentu akan sangat berbeda dengan sebelum pandemi melanda tanah air. Salah satu permainan yang aman adalah permainan digital atau yang bisa dimainkan anak secara online. Platform game buatan Educa Studio bisa diunduh secara gratis di Google Playstore. Silakan unduh dengan klik Game Digital Educa Studio. 3. Penguatan Literasi Dasar Literasi dasar adalah salah satu ketrampilan yang perlu dikembangkan di usia PAUD. Literasi dasar paling sederhana adalah dengan mengajak anak bertanya jawab, atau mengajak anak aktif bercerita. Agar anak bisa bercerita, tentu saja membutuhkan pengetahuan yang luas dan itu bisa didapatkan dengan cara membaca / melihat gambar pada buku. Yang menjadi PR bagi guru adalah mencari cara atau metode belajar agar anak suka membaca dan percaya diri dalam berbicara. 4. Penguatan Pondasi Menuju Jenjang SD Seperti kita tahu, tidak semua anak usia dini gemar membaca, menulis, dan berhitung. Maka dalam kurikulum ini, anak-anak akan dibantu agar lebih siap naik ke jenjang SD. Karena di jenjang SD anak-anak akan banyak belajar dengan media buku pelajaran. Perlu adanya kesinambungan antara materi PAUD usia 5-6 (terutama semester 2) dan usia SD kelas 1 (terutama semester 1) agar bisa selaras. Salah satu cara adalah dengan pengembangan variasi pembelajaran untuk membuat siswa gemar membaca, menulis dan berhitung, serta mengurangi materi pelajaran yang mengharuskan anak membaca di kelas 1 SD (terutama di semester 1), sehingga anak bisa melalui masa awal masuk SD dengan hati ceria dan tanpa ada rasa trauma. Untuk membantu anak agar hebat dalam membaca dan berhitung, silakan gunakan aplikasi gratis Marbel Belajar Membaca dan Marbel Belajar Berhitung. 5. Pembelajaran Tematik berbasis Proyek Pembelajaran tematik adalah salah satu ciri khas yang masih perlu dipertahankan, karena pembelajaran tematik cukup efektif dalam membuat anak PAUD fokus mempelajari salah satu materi yang dikembangkan dengan media belajar dan metode pembelajaran yang bervariasi, sehingga tidak membuat anak bosan dan lebih tertantang. Sedangkan untuk pembelajaran berbasis proyek perlu dilakukan minimal 2 kali dalam 1 tahun, dan memiliki tujuan untuk penguatan profil Pelajar Pancasila. Salah satu contoh proyek menarik untuk anak PAUD adalah membuat video peragaan membaca puisi tentang toleransi umat beragama di Indonesia. Kompilasi karya tersebut diedit oleh guru menjadi satu buah video kompilasi puisi tentang toleransi yang bisa ditonton banyak orang via platform di dunia maya. Menarik sekali bukan, kurikulum ini? Tentu saja di era digital sekarang semua ciri khas tersebut perlu berbasis teknologi juga, mengingat anak-anak sudah akrab dengan dunia digital. Ada lho paket belajar lengkap untuk anak usia pra-sekolah dan persiapan anak masuk SD, yaitu dengan paket belajar bersama Marbel Belajar TK PAUD.

Kamis, 10 Februari 2022 | Edukasi

RPP Tema Air, Udara, ApiSubtema Manfaat dan Ciri-Ciri AirVersi: Marbel, Blended Learninguntuk PAUD usia 4-5 dan 5-6 tahun (TK-A dan TK-B) A. Tujuan Pembelajaran 1. Kognitif a. Siswa mengenal ciri-ciri air b. Siswa mengenal kebiasaan baik dengan menggunakan air c. Siswa mengenal manfaat air 2. Ketrampilan dan karakter a. Siswa mengenal cara menggunakan air dengan baik dan hemat b. Siswa mengenal pentingnya menjaga kebersihan air c. Siswa melakukan percobaan tentang air c. Siswa membuat karya atau kreasi dengan tema air B. Media Kegiatan 1. Eksperimen dan Craft a. Siswa melakukan percobaan "Kapilaritas dengan Sawi Putih"     Kata Kunci di Google Search: Dunia Belajar Anak Air Sawi Putih     Sumber:     https://www.duniabelajaranak.id/ape/percobaan-kapilaritas-air-dengan-sawi-putih/ b. Kerajinan tangan berjudul "Anak Berpayung"     Kata Kunci di Google Search: Dunia Belajar Anak Berpayung     Sumber:     https://www.duniabelajaranak.id/craft/kreasi-tema-cuaca-anak-berpayung/ 2. Games dan Aktivitas Menyenangkan a. Marbel Kebiasaan Baik     Kata Kunci di Google PlayStore Search: Marbel Educa Kebiasaan Baik     Sumber:     https://play.google.com/store/apps/details?id=com.educastudio.marbelgoodhabits b. Marbel Memasak     Kata Kunci di Google PlayStore Search: Marbel Educa Memasak Makanan Bayi     Sumber:     https://play.google.com/store/apps/details?id=com.educastudio.marbelmagicbabyfoodmaker 3. Lagu: a. Sifat Air     Kata Kunci di Google Search: Dunia Belajar Anak Sifat Air     Sumber:     https://www.duniabelajaranak.id/lagu/lagu-anak-balita-sifat-air/ b. Air Mengalir     Kata Kunci di Google Search: Dunia Belajar Anak Lagu Air Mengalir     Sumber:     https://www.duniabelajaranak.id/lagu/lagu-anak-balita-air-mengalir/ c.Mari Berlayar     Kata Kunci di Youtube Search: Educa Studio Mari Berlayar     Sumber:     https://www.youtube.com/watch?v=8Y2oYh2ijDo d. Pok Ame Ame     Kata Kunci di Youtube Search: Educa Studio Pok Ame Ame     Sumber:     https://www.youtube.com/watch?v=3YAp9wWImic 4. Dongeng a. Asal Usul Kota Surabaya    Kata Kunci di Youtube Search: Dongeng Riri Asal Usul Surabaya     Sumber:    https://www.youtube.com/watch?v=FGuosEwLc9o C. Urutan Kegiatan (Kegiatan Pembuka, Inti, dan Penutup) a. Kegiatan Pembuka a. Siswa dan guru saling menyapa b. Siswa dan guru berdoa bersama c. Siswa dan guru bernyanyi lagu pembuka : "Mari Berlayar" d. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang tempat kapal berlayar. e. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang manfaat air lainnya. f. Siswa menjawab pertanyaan guru cara menjaga air agar tetap bersih. b. Kegiatan Inti a. Siswa menonton dongeng berjudul "Asal Usul Kota Surabaya" b. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang dongeng yang baru saja ditonton, misalnya:     a). Siapa karakter yang ada di dalam dongeng?     b). Mengapa mereka harus bertengkar?     c). Di mana tempat hidup Sura dan Buaya?     d). Apa yang mereka lakukan di akhir cerita?     e). Apa pesan moral dari cerita ini? c. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang pentingnya persahabatan dan saling memaafkan. d. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang manfaat menjaga kebersihan air bagi kehidupan hewan di darat dan di air e. Siswa bernyanyi lagu "Sifat Air". f. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang sifat air yang mampu meresap ke dalam celah kecil. g. Siswa mendengarkan penjelasan guru bahwa air bisa meresap di daratan dan berkumpul di laut karena proses kapilaritas. h. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang proses melakukan percobaan "Kapilaritas dengan Sawi". i. Siswa melakukan percobaan "Kapilaritas dengan Sawi" dengan bimbingan guru. j. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang proses terjadinya hujan. k. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang apa yang mereka lakukan saat musim hujan. l. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang cara membuat kreasi "Anak Berpayung" m. Siswa membuat kreasi kerajinan tangan "Anak Berpayung". n. Siswa mengumpulkan kerajinan tangan yang telah selesai dikerjakan. c. Kegiatan Penutup a. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang materi yang dipelajari, misalnya:    a). Mengapa kita harus menjaga kebersihan air?    b). Mengapa kita harus mengenakan payung saat hujan?    c). Apakah ciri-ciri air?    d). Apakah manfaat air yang kamu tau?    e). Apakah hal baru yang kamu pelajari dalam pembelajaran tema air hari ini? b Siswa menerima penugasan dari guru, yaitu:    a). Belajar di rumah dengan bermain dengan aplikasi game "Marbel Kebiasaan Baik"         Manfaat: Agar siswa memahami aneka kebiasaan baik, terutama saat memanfaatkan air    b). Belajar di rumah dengan bermain aplikasi game "Marbel Memasak"         Manfaat: Agar siswa memahami salah satu manfaat air, yaitu untuk memasak    c). Siswa dan guru bernyanyi lagu penutup, yaitu "Air Mengalir" atau "Pok Ame-Ame" c. Siswa dan guru melakukan doa penutup d. Siswa dan guru mengucapkan salam penutup / perpisahan Catatan: 1. Kegiatan membuat kreasi craft bisa dikerjakan di rumah 2. Penugasan dengan media aplikasi game "Marbel Memasak" dan aplikasi "Marbel Kebiasaan Baik"     bisa dilakukan di rumah dengan bimbingan orang tua.     Kedua aplikasi di atas bisa didownload secara gratis di "Google Playstore" 3. RPP ini bisa digunakan untuk usia 4-5 dan 5-6 4. Penyesuaian kegiatan sesuai usia bisa dilakukan saat mengajak siswa     membuat kreasi kerajinan tangan Usia TK A membuat kreasi lebih mudah,     sedangkan usia TK-B membuat kreasi yang lebih menantang 5. Siswa bisa mengerjakan tugas dan aktivitas menarik lainnya dengan tema air, yaitu:     a). Kreasi "Sedia Payung Sebelum Hujan"          klik https://www.duniabelajaranak.id/kreasi-sedia-payung-sebelum-hujan-karya-kak-ridho-kayla/    b). Percobaan "Air Pelangi di Dalam Gelas"          klik https://www.duniabelajaranak.id/craft/kak-zepe-membuat-air-pelangi-dalam-botol/