Pelangi adalah fenomena alam yang indah dan penuh warna, menjadikannya topik menarik untuk pembelajaran anak usia 4-6 tahun. Dalam tema cuaca, pelangi dapat digunakan untuk mengenalkan konsep warna, sains sederhana, serta keajaiban alam melalui pengalaman yang menyenangkan. Contoh Modul Ajar Mingguan (RPPM) ini dirancang untuk membantu guru PAUD dan TK mengintegrasikan metode deep learning dalam aktivitas belajar selama satu minggu. Modul Ajar PAUD / TK Selengkapnya Ada di Sini 1. Senin: Mengenal Pelangi dan Warnanya Aktivitas pengenalan pelangi: Guru mengajak anak menonton video atau menceritakan dongeng tentang pelangi, seperti legenda atau fabel Diskusi: Guru mengajak anak didik berdiskusi tentang film atau cerita bertema pelangi dan bermain quiz Belajar warna pelangi: Guru menyiapkan kartu yang mewakili warna-warna pelangi untuk mengenalkan warna-warna pelangi (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu) Mewarnai gambar pelangi: Guru mengajak anak didiknya mewarnai gambar pelangi. 2. Selasa: Eksperimen Pelangi Mengamati langit: Guru mengajak anak ke luar kelas, mengamati langit, dan menjelaskan apa yang terjadi bila sinar matahari mengenai tetesan air yang sedang turun Eksperimen pelangi dengan semprotan air: Anak melakukannya di luar ruangan di bawah sinar matahari Membuat pelangi buatan: Dengan media gelas berisi air yang disinari dengan senter, anak didik diajak mengamati bentuk pelangi di dalam gelas (dengan proses pembiasan). Menyanyikan lagu Pelangi. Baca juga: Modul Ajar dan RPPH PAUD - TK, Topik : Mengenal Angin, Cuaca - Kurikulum Merdeka Belajar 3. Rabu: Berkreasi Craft Membuat Bentuk Pelangi Mengamati bentuk pelangi: Anak didik menonton film yang menunjukkan bentuk pelangi, lalu mendengarkan penjelasan guru Tebak warna pelangi: Anak didik menebak pertanyaan guru tentang warna pelangi Bermain puzzle: Anak didik menyusun kepingan puzzle dari mainan puzzle berbahan kertas karton (buatan sendiri) Melukis pelangi: Anak didik melukis pelangi menggunakan cat air atau krayon Kolase warna: Anak didik membuat pelangi dari potongan kertas warna-warni, kain flanel, atau bahan daur ulang Pelangi berbahan kertas origami: Anak didik menggunting dan menempel bentuk pelangi, matahari, dan awan. Baca juga: Modul Ajar & RPPH PAUD - TK, Topik : Mengenal Aneka Cuaca, Alam Semesta - Kurmer Usia 4-5 Tahun 4. Kamis: Ayo Berkompetisi tentang Pelangi Melompat ke warna pelangi: Anak didik melompat dari bulatan berbahan kertas berwarna merah menuju warna jingga, dan seterusnya (sesuai urutan warna pelangi) Mengumpulkan bola warna pelangi: Anak didik mengambil bola mulai dari yang berwarna merah (dari kumpulan bola warna-warni), dan memberikannya ke teman satu tim. Lalu, mengambil warna jingga, dan seterusnya (sesuai urutan warna pelangi) Mengambil warna: Guru melemparkan potongan pita berwarna-warni sambil berkata, “Ambil warna merah”. Lalu, anak didik mengambilnya, dan melanjutkannya dengan meminta anak didik mengambil warna pelangi selanjutnya Mencari harta karun: Anak didik mencari potongan kertas berwarna-warni. Bila menemukannya, mereka harus menempelkan di atas kertas agar membentuk pelangi dan sesuai dengan urutan warnanya Bernyanyi lagu Pelangi: Anak didik secara berkelompok menyanyikan lagu Pelangi (bisa dengan gerakan kreasi sendiri). 5. Jumat: Pentas Gerak Lagu Pelangi Melatih lagu Pelangi: Guru melatih anak didik agar bisa menyanyikan lagu Pelangi Mengajarkan gerakan lagu Pelangi: Guru mengajak anak didik belajar gerak lagu Pelangi Membuat dekorasi panggung: Anak membuat dekorasi panggung bertema pelangi bersama guru Pentas gerak lagu Pelangi: Anak bernyanyi lagu pelangi di atas panggung dengan gerak / tarian (bisa mengundang orang tua) Display karya anak: Dalam pentas tersebut, anak didik bersama guru dapat menampilkan aneka karya bertemakan pelangi. Baca juga: Modul Ajar & RPPH PAUD / TK Tema : Perbedaan Musim Hujan dan Kemarau - Anak Usia 2-3 Tahun Aktivitas belajar tentang pelangi memberi pengalaman yang menarik, menyenangkan dan bermakna bagi anak usia dini. Lewat berbagai kegiatan kreatif dan eksplorasi, mereka tidak hanya akan mengenal warna dan fenomena alam, tetapi juga mengembangkan beragam aspek kecerdasan serta keterampilan anak. Dengan pendekatan yang menarik, pelangi menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan keajaiban alam dan keindahan dunia kepada anak-anak. MARBEL Pelajaran TK dan PAUD: Media Bermain Belajar Terlengkap untuk Anak Sumber referensi: 1. Littlehandslearning.co.uk. (2024). Rainbeforerainbows [1]2. Twinkl.ie. (2024). Rain before rainbow [2]
Contoh Program Semester 2 atau Prosem Genap sesuai Kurikulum Deep Learning dengan topik cuaca, tanaman, alat transportasi, profesi, dan alam semesta ini, bisa menjadi panduan dalam membuat Modul Ajar atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH), khususnya bagi guru yang mengampu anak didik usia 4-6 tahun. Berikut contohnya: Silakan menyimak artikel lain tentang Modul Ajar (Lengkap dan Tematis) A. Identitas Program Nama Lembaga: ________ Semester: : 2 Tahun Ajaran: ________ Usia Anak: 4-6 Tahun Pendekatan: Kurikulum Deep Learning B. Pembagian Topik dan Sub-topik Januari: Siswa belajar tentang aneka cuaca, yaitu cerah, hujan, badai, dan berawan Februari: Siswa belajar tentang bagian tanaman, jenis tanaman, dan cara merawatnya Maret: Siswa belajar tentang aneka alat transportasi (darat, air, udara) April: Siswa belajar tentang ragam profesi atau cita-cita dan tugas setiap profesi Mei: Siswa belajar tentang benda angkasa dan cara merawat alam semesta. Baca juga: 10 Persiapan Guru PAUD / TK Awal Semester: Penting, Agar Makin Optimal dalam Mengajar C. Tujuan Pembelajaran Memperkuat pemahaman tentang materi dan konsep sesuai topik yang dibahas Mengembangkan kemampuan kognitif melalui aksi nyata, eksplorasi, dan eksperimen Mengembangkan kecerdasan seni melalui kegiatan seni dan kreativitas Mengembangkan kemampuan sosial-emosional melalui kerja kelompok dan aksi nyata Menanamkan nilai-nilai moral dan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan refleksi. D. Kegiatan Pembelajaran 1. Topik cuaca Sub Topik : hujan, awan, pelangi Belajar hujan- Bermain air dan hujan buatan- Membuat kreasi gambar hujan dengan cat air. Belajar awan- Membuat awan dari kapas- Eksperimen awan dengan uap. Belajar pelangi- Mewarnai pelangi- Eksperimen pelangi dengan gelas air. Baca juga: 15 Ide Cara Upgrade Skill Guru PAUD Saat Liburan, Agar Makin Siap Di Awal Semester 2. Topik tanaman Sub Topik: kebun rumahku, tanaman buah, tanaman sayur Belajar kebun rumahku- Menanam benih dalam pot- Mengenal tanaman dengan sensori. Belajar buah-buahan- Menanam pohon buah mini- Mengenal buah dengan sensori. Belajar sayur mayur- Membuat salad sayur- Bermain mengelompokkan sayur. 3. Topik alat transportasi Sub Topik: alat transportasi darat, air, dan udara Belajar alat transportasi darat- Permainan kendaraan darat- Mengenal suara kendaraan. Belajar alat transportasi air- Bermain kapal-kapalan- Membuat perahu kertas origami. Belajar alat transportasi udara- Eksperimen membuat pesawat dan memainkannya- Membuat kreasi balon udara. Baca juga: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tema Rekreasi, Subtema Alat Transportasi untuk PAUD 4. Topik profesi atau pekerjaan Sub-topik: profesi atau cita-cita dan peralatan untuk bekerja Belajar tentang cita-cita- Bermain peran profesi- Diskusi Kelompok. Belajar peralatan untuk bekerja- Bermain peran- Bermain dengan mainan berbentuk alat-alat bekerja. Baca juga: Modul Ajar dan RPPH PAUD - TK, Topik : Menggapai Cita-Cita - Subtopik : Profesi Orangtuaku - Kurikulum Merdeka Belajar 5. Topik alam semesta Sub Topik: bulan, bintang, matahari, dan angin Belajar bulan dan bintang- Membuat kartu belajar- Membuat kreasi pemandangan di malam hari. Belajar matahari- Membuat kreasi berbentuk matahari- Beraktivitas di pagi yang cerah. Belajar angin- Mengamati gerakan angin- Membuat baling-baling kertas. Baca juga: Modul Ajar & RPPH PAUD - TK, Topik : Mengenal Aneka Cuaca, Alam Semesta - Kurmer Usia 4-5 Tahun E. Penilaian Observasi: mengamati sikap anak saat mengikuti kegiatan, misal kemampuan kerja sama, keaktifan, mengontrol emosi, menerima perbedaan, dan lainnya Portofolio: penilaian produk atau hasil karya seperti gambar, LKA, model, atau laporan sederhana Refleksi: hasil diskusi dengan anak mengenai apa yang telah dipelajari (bisa melibatkan orang tua) F. Jadwal Pembelajaran Tiap sub-topik dipelajari selama 1 minggu atau 5 hari pembelajaran, dengan pendekatan tematik terpadu, mengintegrasikan aspek kognitif, motorik, sosial-emosional, juga karakter. Program semester 2 ini dirancang untuk membantu anak memahami dunia melalui eksplorasi yang menyenangkan dan bermakna. Dengan pendekatan tematik yang terpadu, anak-anak diharapkan makin kreatif, aktif, serta berkarakter. Prosem genap berbasis kurikulum deep learning akan memberikan kesempatan bagi anak didik, untuk mempelajari materi secara mendalam dan reflektif. Semoga tiap pembelajaran yang dilakukan bersama anak didik, dapat memberik pengalaman yang inspiratif, bermakna, dan tidak terlupakan bagi anak-anak. Ajak Si Kecil bermain Marbel TK dan PAUD untuk Kembangkan Aneka Keterampilan Dasar\ Sumber referensi: 1. Freepik.com. (2024). Woman creating their own vision board [1]
Pembelajaran tentang tanaman akan membantu anak didik semakin memahami akan manfaat dari berbagai produk tanaman dan manfaat dari tanaman bagi kehidupan di alam semesta. Berikut ini adalah Modul Ajar Mingguan atau RPPM ( RPP Mingguan) yang menyediakan aneka kegiatan yang bisa diberikan kepada anak didik setiap hari dan di dalam 1 minggu pembelajaran (5 hari pembelajaran). Artikel Terkait:- Modul Ajar dan RPPH Tema / Topik: Tanaman Hias, Belajar Tumbuhan - Kurmer PAUD / TK- Modul Ajar dan RPPH PAUD - TK, Topik: Tanaman Buah, Manfaat Tumbuhan - Kurikulum Merdeka Belajar A. Hari 1: Mengenal Bagian Tanaman 1. Pengamatan Langsung Ajak anak didik melihat video edukasi tentang bagian tanaman. Lalu, ajak mereka mengamati tanaman secara langsung tanaman yang ada di kebun atau taman sekolah. Beri kesempatan kepada anak didik untuk melihat dan menyentuh tanaman secara langsung. 2. Bernyanyi Ajak anak didik menyanyikan lagu tentang bagian tanaman. Setelah menguasai lagu, ajak mereka bernyanyi sambil bergerak atau menari. Setelah itu, ajak anak didik mewarnai bentuk tanaman, membuat karya kolase tema tanaman, atau menggambar tanaman. 3. Eksperimen Sederhana Sediakan tanaman yang memiliki akar (misalnya: sawi) dan masukkan ke dalam sebuah gelas dengan media tanam kapas yang dibasahi dengan air yang diberi warna. Setelah itu, Guru bisa bercerita (mendongeng) tentang tanaman yang membutuhkan air agar bisa hidup. B. Hari 2: Mengenal Tanaman Buah 1. Mengamati dan Bermain Tebak Buah Guru menyediakan buah-buahan asli atau replikanya, lalu memperkenalkan nama, warna, tekstur, dan manfaatnya. Setelah itu, guru mengajak anak didik bermain “tebak buah” dengan cara menutup mata anak didik dan memintanya menebak nama dari buah tersebut. 2. Menanam Biji Buah Anak didik menanam biji buah, misalnya buah mangga di dalam pot mini, serta menyiraminya setiap hari. Setelah itu, guru bisa mengajak anak didik mendongeng atau menyanyikan lagu tentang merawat tanaman buah. 3. Mengamati Kebun dan Membuat Craft Anak didik diajak untuk mengamati kebun mini atau edu-park. Lalu, anak didik diajak untuk mempraktikkan cara merawat buah dan membuat kreasi craft (misalnya kolase, mewarnai gambar, dan lainnya) KABI: Kisah Nabi dalam Animasi yang Bermanfaat Membangun Akhlak Anak C. Hari 3: Mengenal Tanaman Sayur 1. Mengenal Sayur Anak didik mengamati berbagai sayur yang ditunjukkan oleh guru. Anak didik diberi kesempatan menyentuh atau membaunya. Setelah itu, anak didik diajak untuk bermain tebak nama sayur, misalnya dengan menunjukkan tiap sayuran, menyebutkan ciri serta manfaat sayuran tersebut, atau menutup mata anak serta membiarkannya meraba serta menciumnya untuk menebak nama sayuran. 2. Memasak Sayur Bersama Dengan melibatkan orang tua, anak didik diajak untuk memasak sayur dan makan bersama. Anak didik juga diajak untuk memakan sayur segar, misalnya mentimun atau sayuran lain yang biasa digunakan sebagai lalapan. Ajak anak didik bersama orang tua untuk bernyanyi lagu tentang manfaat sayuran dalam kegiatan ini. 3. Membuat Karya Seni dan Mendengarkan Cerita Anak didik bisa melakukan aneka kegiatan seni bertema sayuran, misalnya mewarnai gambar, menggambar, atau membuat kreasi kolase. Anak didik juga bisa diajak untuk mendengarkan cerita tentang sayuran. Baca juga: Aktivitas Menarik untuk Membuat Anak PAUD - TK Cinta Makan Sayur ( Topik: Diriku, Kegemaranku ) D. Hari 4: Mengenal Tanaman Hias 1. Mengamati dan Bermain Ajak anak didik bernyanyi tentang manfaat tanaman hias yang begitu indah, misalnya lagu “Lihat Kebunku”. Lalu, ajak mereka mengamati aneka tanaman hias yang ada di sekolah agar mengenal bentuk, warna, dan keunikannya. Lalu, anak didik diajak untuk bermain tebak-tebakan tentang tanaman hias dengan media gambar atau kartu. 2. Praktik Menanam Tanaman Hias Guru menyediakan sebuah pot mini dan tanaman hias dengan media tanam kantong plastik serta tanah. Lalu, anak didik diajak untuk menanamnya ke dalam pot. Kegiatan ini, bisa diawali dengan menghias pot masing-masing anak. E. Hari 5: Mengenal Tanaman Obat 1. Mengamati dan Bermain Guru menyediakan jahe, daun sirih, bawang putih, kencur, dan lainnya. Anak didik diajak mengamati dan membiarkan mereka menggunakan panca indera untuk mengenal setiap tanaman hias. Setelah itu, anak didik diajak bermain tebak tanaman obat, misalnya dengan menutup mata dan mencium tanaman obat untuk bisa menebaknya. 2. Mengenal Manfaat Lain dan Praktik Menanam Ajak anak didik mengenal salah satu manfaat lain dari tanaman obat, misalnya kunyit, yaitu sebagai media pewarna. Lalu, anak didik juga bisa diajak untuk mempraktikkan cara menanam kunyit. 3. Mengenal Minuman Herbal Ajak anak didik mencicipi minuman herbal, misalnya jamu beras kencur, jahe hangat, wedang sera, dan lainnya. Baca juga:Ajak Anak PAUD Belajar Jenis dan Manfaat Tanaman Obat dengan Variasi Aktivitas Seru! Guru PAUD Sahabat Educa, menarik sekali bukan variasi kegiatan di atas!? Semoga bermanfaat!
Guru PAUD Sahabat Educa, Kurikulum PAUD terbaru di tahun 2024 ini sangat menekankan pada penguatan literasi dan numerasi kepada anak didik. Namun, tentu saja dengan metode pembelajaran yang menyenangkan dan eksploratif. Di masa depan, kemampuan literasi dan numerasi akan sangat berguna untuk memecahkan masalah sehari-hari dan mengambil keputusan yang terbaik. Selain itu, keterampilan ini juga bermanfaat untuk membuka peluang pendidikan lanjutan, pengembangan karir, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat. Artikel terkait:- Kurikulum DEEP LEARNING dan PENGEMBANGAN LITERASI untuk Anak PAUD Usia 4-6 Tahun- MUDAH Memahami Pembelajaran yang MINDFUL, MEANINGFUL, dan JOYFUL di KURIKULUM PAUD DEEP LEARNING Pengembangan Literasi Dasar Literasi dasar bagi anak PAUD meliputi:- Kemampuan untuk mengenal angka, huruf, dan simbol dasar. - Memahami dan mengungkapkan pemikiran atau gagasan melalui media visual, suara, atau penjelasan langsung.- Kemampuan dalam mendengarkan, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan sesama. Pengembangan literasi dasar merupakan langkah penting dalam perkembangan bahasa dan kemampuan kognitif anak usia dini. Literasi dasar bisa dilakukan dengan cara yang praktis dan sederhana, misalnya dengan melakukan kegiatan: Mengenalkan Huruf dan AngkaGuru menggunakan kartu bergambar atau mainan edukatif untuk mengenalkan huruf dan angka dengan cara yang menyenangkan. Menonton dan Mendiskusikan Dongeng AnimasiAnak didik menonton film dongeng pendek, lalu menjawab pertanyaan interaktif dari guru atau melakukan kegiatan menarik seputar dongeng yang baru saja ditonton (misalnya menulis pesan moral atau sifat-sifat tokoh dalam cerita). Bernyanyi dan BerpuisiAnak didik menyanyikan lagu atau mengucapkan puisi yang sederhana serta menarik untuk didiskusikan. Pastikan anak didik tidak kesulitan dalam menghafalkan syair lagu atau puisi. Kegiatan BerceritaGuru memilihkan cerita / dongeng yang pendek, sederhana, dan mudah dihafalkan. Sehingga, anak didik bisa melakukan kegiatan praktik bercerita dengan ekspresif dan menampilkannya secara menarik. Kegiatan bercerita juga bisa dengan menggunakan media gambar agar lebih menarik. Membaca Buku Bacaan SederhanaAnak didik membaca buku dengan pengucapan yang jelas, intonasi yang baik (tidak monoton), serta bisa melakukan interaksi dengan teman lain yang sedang menonton. Kegiatan Menulis SederhanaAnak didik melakukan kegiatan pengenalan huruf dengan kegiatan menggambar dan mewarnai. Lalu, anak didik dengan bantuan guru menulis huruf, kata, atau kalimat sederhana. Agar anak didik makin bersemangat, kegiatan ini bisa dilakukan dengan alat tulis berupa pensil warna, spidol warna, dan lainnya. Anak didik juga bisa menggunakan media kertas bergambar, LKPD, papan tulis, atau buku tulis berwarna. RIRI: Animasi Cerita Anak Interaktif Membantu Kembangkan Karakter Anak Indonesia Pengembangan Numerasi Dasar Pengembangan literasi angka meliputi kemampuan dalam mengenal angka 1-10, berhitung sederhana, mengenal ukuran, penjumlahan, pengurangan, dan lainnya. Aneka kemampuan ini bisa diajarkan dengan mengajak anak didik melakukan aneka variasi kegiatan di bawah ini: Belajar AngkaAnak didik belajar angka 1-10 dengan metode yang variatif dan menyenangkan. Berhitung SederhanaAnak didik belajar konsep penjumlahan dengan menghitung benda-benda di sekitar atau dengan media-media yang menarik dan ramah anak (misalnya: biji-bijian, kelereng, kancing baju, dan lainnya). Mengenal UkuranAnak didik mengenal ukuran lebih besar atau lebih banyak, misalnya mengenal bahwa gajah lebih besar dari semut atau kelereng yang jumlahnya 6 biji lebih banyak daripada kelereng yang jumlahnya 3 biji. Mengurutkan AngkaAnak didik bisa mengurutkan angka yang disusun secara acak menjadi urutan yang tepat, misalnya dengan media kartu bergambar angka 1 - 10. Mencocokkan gambarAnaka didik bisa mencocokkan gambar pada LKPD bahwa gambar bola yang jumlahnya 5 buah dipasangkan (dengan membuat garis) dengan angka 5. Baca juga: Aneka Aktivitas Anak PAUD - TK untuk Belajar Angka Pengembangan Literasi dan Numerasi Dasar Melalui Pembiasaan Sehari-Hari Guru PAUD Sahabat Educa, pembiasaan sehari-hari adalah salah satu cara efektif dan praktis untuk mengembangkan literasi dan numerasi anak didik. Beberapa cara menarik dan praktis melalui pembiasaan sehari-hari adalah: Belajar dengan Edu-signEdu-sign bisa dicetak dan dipajang di sekitar kelas atau sekolah. Bentuknya bisa berupa stiker atau poster. Edu-sign membantu anak PAUD untuk memahami konsep dasar dalam bentuk gambar / visual, dan bermanfaat untuk memperkaya keterampilan linguistik, pengenalan angka, dan mendukung perkembangan pengetahuan. Mengajak Berhitung dengan Media Benda di SekitarGuru bisa mengajak anak didik belajar berhitung di luar jam pelajaran, misalnya dengan mengajak menghitung jumlah jendela di kelas, jumlah meja guru di kelas, dan lainnya. Kegiatan ini bisa memperkaya kosakata dan meningkatkan keterampilan berhitung. Membaca Buku BersamaSaat jam istirahat, anak didik bisa diajak membaca buku bersama. Guru bisa meminta anak didik menyebutkan nama benda dan jumlah benda dalam buku cerita. Baca juga: Apa Itu Kefasihan Membaca? Mengapa Penting Bagi Anak? Menggambar BendaGuru memberikan kertas kosong (bisa juga kertas bekas) dan meminta anak didik menggambar benda sesuai tema (misalnya tema hewan) sebanyak-banyaknya. Setelah itu, anak didik diminta menyebutkan nama benda / hewan tersebut. Mengobrol dengan Topik TertentuGuru mengajak anak didik mengobrol, misalnya tentang pengalaman saat liburan. Guru bisa mengarahkan obrolan pada hal-hal yang berhubungan dengan pengembangan numerasi, misalnya jumlah anggota keluarga yang ikut, jumlah tempat wisata yang dikunjungi, besarnya kolam renang yang dikunjungi, dan lainnya. Pengembangan literasi dan numerasi sangat menentukan kesuksesan kurikulum 2024. Melalui pengembangan literasi dan numerasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, anak didik bisa semakin merasakan manfaat dari pembelajaran yang Ful Ful atau mindful, meaningful, dan joyful. Pendekatan ini juga diharapkan akan semakin mampu membentuk fondasi emosional, sosial, dan kognitif anak secara lebih optimal. LKA PAUD GRATIS: Unduh di Platform Educa Studio Sumber Referensi:1. Freepik.com. (2023). Young mother little son reading book home [1]
A. Informasi Umum Semester : 1 Kelompok usia PAUD : 4-6 Tahun Topik : Dunia Binatang Sub Topik: Tempat Hidup Hewan LKA dari Educa Studio: Bagus untuk Perkembangan Kognitif dan Keterampilan Si Kecil B. Tujuan Pembelajaran Mengenalkan anak didik tentang jenis binatang dan tempat hidupnya. Membangun kesadaran anak didik agar merawat lingkungan sebagai tempat hidup hewan. Marbel TK dan PAUD: Membantu Si Kecil Mengembangkan Aneka Keterampilan Dasar di Tingkat PAUD C. Kegiatan Harian 1. SOP Pembiasaan Rutin Harian Pada bagian ini anak didik diajak untuk melakukan SOP pembiasaan rutin harian dan pemeriksaan kesehatan tubuh.Anak didik diajak menyanyikan lagu pembuka kelas sebagai apersepsi, misalnya dengan menonton video berjudul Buaya 2. Kegiatan Pembuka Anak didik berdiskusi bersama tentang video lagu yang baru saja ditonton / dinyanyikan. Apa nama hewan dalam lagu? Di mana tempat hidupnya? Apa yang terjadi bila sungai kotor pada hewan yang hidup di sungai? 3. Kegiatan Inti sesuai Kurikulum Merdeka Siswa membuat karya kreatif dan melakukan aneka aktivitas agar semakin mengenal banyak hal tentang peran dan jasa guru dalam dunia pendidikan. Artikel Terkait:1. Modul Ajar PAUD Terlengkap Segala Usia2. KOLEKSI 13 Jenis Kegiatan Sedehana Belajar Tema Hewan Air untuk PAUD A). Kegiatan Musikal 1. Menyanyi dan Melakukan Gerak Lagu Anak didik menyanyikan lagu dan mengajak mereka melakukan gerak lagu, misalnya lagu berjudul “Buaya” atau “Kupu-Kupu yang Lucu” Anak didik bisa memperagakan gerak lagu di atas panggung yang dihiasi oleh dekorasi panggung yang menggambarkan tempat hidup hewan. B). Kegiatan Bermain 1. Bermain dengan Media Gambar Guru menunjukkan gambar atau kartu bergambar tempat hidup hewan, misalnya di hutan. Anaka didik menyebutkan nama-nama hewan yang bisa hidup di tempat itu. 2. Bermain Peran sebagai Hewan Anak didik diminta berperan sebagai hewan tertentu. Guru memutar video kehidupan di suatu tempat tertentu, misalnya di laut. Anak didik yang berperan sebagai gurita, bintang laut, dan lainya diminta untuk maju ke depan kelas dan memperkenalkan diri dengan mengatakan, “Hai, nama saya bintang laut.” B). Kegiatan Membuat Craft 1. Kreasi Kolase Sensori Guru menyiapkan aneka media, misalnya pasir, daun, air, bebatuan, kayu, dan lainnya. Anak didik membuat kreasi 2D atau 3D bertema tempat hidup hewan, misalnya kolase hutan. 2. Kreasi Diorama Guru menyiapkan aneka bahan dan alatnya, misalnya kardus bekas, gambar bentuk ikan, gambar bentuk benda-benda di laut, dan lainnya. Anak didik membuat kreasi diorama secara berkelompok, lalu mempresentasikannya. C). Kegiatan Praktik Baik 1. Kerja Bakti Membersihkan Taman Anak didik membawa alat kebersihan dari rumah. Guru menjelaskan bahwa taman bisa menjadi tempat hidup aneka hewan, misalnya kupu-kupu, belalang, capung, dan lainnya. Anak didik bekerja bakti membersihkan taman. Baca juga: 7 Manfaat Kegiatan Kerja Bakti di Satuan PAUD 2. Mengunjungi Pantai dan Membuat Poster Anak didik mengunjungi pantai atau tempat penangkaran hewan di sekitar pantai. Anak didik diajak untuk mengamati pantai yang terdapat banyak sampah dan mendapatkan pengajaran akan pentingnya menjaga kebersihan pantai. Anak didik membuat poster ajakan untuk menjaga kebersihan pantai.Kegiatan ini bisa bekerja sama dengan petugas penjaga kebersihan pantai atau aparat terkait. D. Kegiatan Refleksi / Penutup Anak didik diajak untuk melakukan kegiatan: Menjawab pertanyaan guru tentang apa saja yang kegiatan yang dilakukan hari ini. Menceritakan perasaan mereka saat belajar dan setelah melakukan aneka kegiatan. Anak didik mendapatkan penugasan yang bisa dilakukan bersama orang tua, misalnya: Bernyanyi lagu “Buaya” bersama orang tua. Mendengarkan dongeng tentang hewan dan tempat hidupnya. Membersihkan pekarangan rumah bersama orang tua. Semoga bermanfaat!
Bunda PAUD Sahabat Educa, Kurikulum Deep Learning sedang marak diperbincangkan. Kurikulum Deep Learning di satuan PAUD mengutamakan pendekatan pembelajaran eksploratif dan mendalam. Kurikulum ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan interaktif, sehingga perkembangan kreativitas, keterampilan berpikir kritis, dan pemahaman konseptual anak didik bisa lebih optimal. Artikel Terkait:- LENGKAP, Koleksi Modul Ajar PAUD Berbagai Usia- Kumpulan Permainan Seru PAUD dengan Berbagai Topik / Tema Literasi anak didik usia PAUD, terutama yang berusia 4-6 tahun, berhubungan dengan kemampuan dasar pengenalan huruf, membaca, menulis, berbicara, mendengar, dan memahami informasi. Kegiatan yang diberikan harus menyenangkan, yaitu melalui bermain dan memberikan kesempatan kepada anak didik untuk aktif dan mampu bereksplorasi. Tujuan pembelajaran literasi dalam deep learning adalah menguatkan kemampuan pengenalan huruf dan kata, serta memahami cerita sederhana. Melalui kegiatan presentasi / bercerita dan diskusi diharapkan anak didik bisa semakin optimal dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya. Marbel TK dan PAUD: Efektif Mengembangkan Aneka Keterampilan Dasar Si Kecil Anak didik juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan daya kreativitasnya melalui kegiatan menulis, menggambar, bermain, dan aneka kegiatan yang interaktif sehingga mampu memperkuat aneka keterampilan, karakter dan sosio-emosional anak didik. Kegiatan Seperti Apa yang Sesuai dan Menarik dalam Kurikulum Deep Learning? Berpusat pada Anak Didik Guru adalah fasilitator. Anak didik berperan lebih aktif dalam proses pembelajaran. Kegiatan yang dilakukan berpusat pada pengembangan aneka kecerdasan anak didik dan perlu disesuaikan dengan minat dan bakat. Baca juga: 5 Macam Pembelajaran Siswa Aktif di PAUD Interaktif Melakukan presentasi, diskusi, tanya jawab, permainan peran, refleksi dan aneka kegiatan yang interaktif perlu diberikan dalam pembelajaran. Berbasis Proyek Guru bisa memberikan beberapa proyek literasi yang menarik dan sederhana, misalnya membuat dokumentasi berbentuk video saat siswa bercerita, membuat buku belajar aneka alfabet, membuat kreasi buku cerita sederhana, dan lainnya. Baca juga: Tips Memberikan Kegiatan Berbasis Proyek di Akhir Semester Kegiatan Multisensori Anak didik bisa melakukan kegiatan seni dalam mengembangkan kemampuan literasinya, misalnya dengan mewarnai huruf, mencetak huruf dari bahan playdough, melukis huruf dengan jari, menulis huruf dengan media pasir, dan lainnya. Apa saja Media Belajar Pengembangan Literasi yang Dibutuhkan? Penyediaan alat peraga dalam kurikulum deep learning perlu ada korelasi dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan siswa, serta mampu memberikan motivasi kepada anak didik agar mampu berinteraksi dan berpikir kritis. Agar mendukung ragam gaya belajar anak didik, media pembelajaran yang variatif dan multiguna juga sangat dibutuhkan. Berikut ini adalah beberapa diantaranya: Buku Cerita Buku Cerita perlu memiliki gambar menarik, berwarna, dan sesuai dengan perkembangan anak. Flash Card Tema Huruf Kartu bertema huruf besar dan kecil, serta memiliki gambar animatif dan menarik. Media Digital Media belajar berbasis teknologi seperti video animasi, permainan edukasi, platform pendidikan (yang menyediakan permainan dan media belajar interaktif) bisa menjadi pilihan. Poster Interaktif Poster dengan tema nama hari, nama tempat bersejarah, pengenalan alfabet, dan lainnya bisa dijadikan media mengajar interaktif. Alat Tulis untuk Kegiatan Kreatif Siapkan ide kegiatan menarik dengan buku tulis, kertas warna, buku gambar, pensil / spidol warna, dan lainnya, misalnya: Membuat buku cerita sederhana dengan buku tulis Menulis kata dan menggambar bentuk sesuai kata. Baca juga: 8 Cara Praktis Kembangkan Skill Anak Menulis Cerita Puzzle Huruf Pilih puzzle dengan gambar dan huruf, agar siswa bisa belajar membaca dan mengenal kosakata. Ajak Anak Belajar Melalui Pembiasaan dan Pengalaman Nyata Bunda PAUD Sahabat Educa, semoga dengan menerapkan Kurikulum Deep Learning, anak-anak didik akan semakin bersemangat belajar serta mendapatkan pengalaman belajar yang eksploratif, menyenangkan, dan mendukung perkembangan literasi mereka. Dengan menerapkan metode mengajar yang interaktif dan berpusat pada anak didik, diharapkan pula agar anak didik bisa mendapatkan kesempatan untuk mengambangkan keterampilan berpikir kritis, daya imajinasi, kreativitas, dan sosio-emosional / karakter anak didik. Tetap semangat belajar Bunda PAUD Sahabat Educa. Jangan lelah untuk terus belajar demi memberikan kualitas mengajar yang makin mantap! Baca juga: LKPD PAUD BELAJAR BERHITUNG DAN ANGKA GRATIS Bisa Diunduh di Portal Ini