Selain aspek pembelajaran moral dan sosial, modul ini juga dirancang untuk melatih keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan motorik siswa melalui berbagai aktivitas bertema Ramadan. Dengan pendekatan Kurikulum Deep Learning, kegiatan yang disusun tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang bermakna, tetapi juga melibatkan peran aktif orang tua dalam mendampingi anak. Baca juga:12 Kegiatan Ramadan yang Melibatkan Orang Tua bersama Anak Didik Usia 5-6 Tahun Hal ini bertujuan untuk memperkuat bonding orang tua dan anak, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta mengembangkan keterampilan sosial anak dalam memahami makna Ramadan dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Berikut ini adalah rencana kegiatan Ramadan yang dapat dilakukan siswa kelas 1-3 SD dan PAUD bersama orang tua selama 1 bulan atau 4 minggu: 1. Minggu Pertama: Apa itu Bulan Ramadan? Menggambar masjid: Menggambar dan mewarnai masjid sebagai tempat ibadah utama dalam Islam, lalu menjelaskan bagian-bagian masjid dan fungsinya. Cerita Ramadan: Membaca kisah tentang Ramadan bersama orang tua, lalu mendiskusikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti keutamaan puasa, berbagi, dan kesabaran. Simulasi niat puasa: Berlatih mengucapkan niat puasa dengan benar sebelum tidur, sambil memahami maknanya agar anak lebih sadar akan tujuan ibadahnya. Kreasi kalender Ramadan: Membuat kalender hitung mundur menuju Idulfitri dengan hiasan menarik. Setiap hari, anak dapat memberi tanda atau menempel stiker sebagai bentuk penghargaan atas puasanya. Menulis harapan Ramadan: Menuliskan doa dan harapan selama Ramadan, seperti ingin lebih sabar, rajin shalat, atau berbagi dengan teman, kemudian membacanya bersama keluarga. Bernyanyi lagu Ramadan: Menyanyikan lagu bertema Ramadan bersama keluarga untuk membangun suasana semangat dan kegembiraan dalam menjalani ibadah puasa. Mengenal Rukun Islam: Melakukan diskusi interaktif dengan orang tua mengenai Rukun Islam, termasuk makna puasa dan bagaimana menjalankannya dengan baik. Baca juga:7 Ide Kegiatan Ramadan Anak Usia 1-2 Tahun di Rumah dan Manfaatnya: Full 1 Minggu 2. Minggu Kedua: Ayo Menabur Kebaikan Drama singkat: Bermain peran tentang pentingnya berbagi dan bagaimana membantu orang lain dengan tindakan sederhana.Menonton video inspiratif: Menyaksikan kisah tentang berbagi dan kebaikan, lalu mendiskusikan pelajaran yang bisa diambil bersama orang tua. Kartu ucapan Ramadan: Membuat kartu ucapan berisi doa dan harapan Ramadan untuk keluarga, teman, atau tetangga sebagai bentuk kepedulian. Berbagi camilan: Menyiapkan camilan sederhana untuk dibagikan kepada teman atau saudara sebagai bentuk kebersamaan. Permainan "Siapa paling dermawan?": Menyebutkan kebaikan yang sudah dilakukan selama minggu ini dan mendiskusikan bagaimana bisa lebih dermawan lagi. Pohon kebaikan: Menuliskan satu perbuatan baik yang dilakukan setiap hari di kertas berbentuk daun, lalu menempelkannya di pohon kebaikan buatan sendiri. Aksi sedekah kecil: Mengumpulkan donasi berupa uang, makanan, atau barang layak pakai untuk diberikan kepada yang membutuhkan. Cerita tentang berbagi: Mendengarkan atau membaca kisah inspiratif tentang kebaikan dan berbagi, lalu mendiskusikan pesan moralnya. Baca juga:7 Ide Kegiatan Ramadan Anak Usia 2-3 Tahun di Rumah dan Manfaatnya: Full 1 Minggu 3. Minggu Ketiga: Indahnya Beribadah dan Berdoa Bermain peran imam & makmum: Melakukan simulasi shalat berjamaah dengan anak bergantian menjadi imam dan makmum untuk memahami tata cara shalat bersama. Menulis doa sendiri: Menuliskan doa pribadi yang berisi harapan dan permohonan kepada Allah, kemudian membacakannya bersama keluarga. Gerakan shalat: Mempraktikkan gerakan shalat dengan benar, mulai dari takbir hingga salam, sambil memahami arti dan maknanya. Tadarus Al-Qur’an: Membaca ayat-ayat pendek dari Al-Qur’an bersama orang tua atau teman, sambil belajar tajwid dan makna bacaannya. Latihan dzikir: Mengenal dan menghafal kalimat dzikir sederhana seperti tasbih, tahmid, dan takbir untuk membiasakan mengingat Allah. Kisah Nabi Muhammad: Mendengarkan atau membaca kisah keteladanan Nabi Muhammad dalam beribadah dan berbuat baik, lalu mendiskusikan nilai-nilainya. Poster adab beribadah: Membuat poster yang berisi tata cara dan adab saat beribadah, seperti khusyuk dalam shalat dan membaca Al-Qur’an dengan hormat. Doa harian: Menghafal doa sebelum dan sesudah makan serta memahami pentingnya berdoa dalam kehidupan sehari-hari. Baca juga:FULLL 30 HARI Kegiatan RAMADAN: Modul Ajar 1 Bulan untuk PAUD / TK 5-6 Tahun Minggu Keempat: Festival Ramadan Lomba mewarnai tema Ramadan: Mengembangkan kreativitas dengan mewarnai gambar bertema Ramadan, seperti masjid, bulan sabit, atau suasana berbuka puasa bersama keluarga. Buka puasa bersama: Menikmati hidangan berbuka puasa bersama keluarga sambil berbagi cerita tentang pengalaman Ramadan dan nilai-nilai yang dipelajari. Pentas seni Islami: Menampilkan kreativitas melalui puisi, nasyid, drama pendek, atau cerita bertema Ramadan di depan keluarga untuk mempererat kebersamaan. Games Islami: Bermain berbagai permainan edukatif bertema Ramadan, seperti kuis pengetahuan Islam, teka-teki, atau tantangan mencari arti kata dalam Al-Qur’an. Refleksi Ramadan: Berbagi pengalaman dan pelajaran berharga selama Ramadan, lalu menuliskan rencana untuk menerapkan nilai-nilai kebaikan setelah Ramadan berakhir. Lomba hafalan doa pendek: Menguji kemampuan menghafal doa-doa harian seperti doa sebelum tidur, doa sebelum dan sesudah makan, serta doa masuk dan keluar rumah bersama orang tua. Berbagi takjil: Menyiapkan takjil sederhana bersama orang tua untuk dibagikan kepada tetangga atau orang yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian. Fashion show busana Muslim: Mengenakan pakaian muslim terbaik di rumah sambil belajar tentang adab berpakaian dalam Islam dan makna berpakaian sopan. Baca juga:12 Ide Lomba Ramadan Unik dan Menarik Anak PAUD untuk Usia 4-6 Tahun Modul ini membantu siswa SD dan PAUD semakin mengenal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Ramadan secara menyenangkan. Semoga bermanfaat! RIRI: Koleksi Cerita Anak Interaktif yang Siap Menemanik si Kecil selama Bulan Ramadan
Kebiasaan baik sejak dini membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Dengan menerapkan 7 kebiasaan positif setiap hari, anak-anak dapat belajar disiplin, mandiri, dan lebih siap menghadapi masa depan. Baca juga:Contoh Naskah Pidato Bertema Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Awal Semester 2 untuk PAUD / TK:\ Pembiasaan 1: Bangun pagi Bangun pagi membuat kita bersemangat dan menghindari keterlambatan. Selain itu, udara pagi yang segar baik untuk kesehatan tubuh. Aktifkan alarm secara mandiri Putar lagu yang ceria dan penuh semangat Merapikan tempat tidur setelah bangun Mandi dan bersiap dengan pakaian yang rapi Menyapa Ayah Bunda dan saudara dengan senyuman Baca juga:Bangun Pagi: Apa Manfaatnya Bagi Si Kecil? Apa Peran Orang Tua? Mengapa Penting untuk Anak Indonesia Hebat? Pembiasaan 2: Beribadah Beribadah mendekatkan diri kepada Tuhan dan membuat hati lebih tenang. Kebiasaan ini juga mengajarkan kita untuk bersyukur dan berbuat baik kepada sesama. Berdoa sebelum dan setelah bangun tidur atau sebelum makan Mengikuti ibadah atau doa bersama keluarga Mengucap syukur atas hari yang diberikan Tuhan Membaca atau mendengarkan cerita tentang tokoh agama atau kitab suci Mengucapkan kata-kata baik dan penuh kasih kepada teman. Baca juga:Cara Orang Tua Mengajarkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat 2025 Sesuai Anjuran Kemendikdas Pembiasaan 3: Berolahraga Berolahraga membuat tubuh sehat, kuat, dan lebih berenergi. Dengan tubuh yang bugar, kita bisa belajar dan bermain dengan lebih baik. Melakukan peregangan ringan setelah bangun tidur Bermain di luar rumah seperti bersepeda atau berlari Mengikuti olahraga yang disukai, seperti senam atau renang Berjalan kaki saat pergi ke tempat yang dekat Melatih gerakan sederhana seperti melompat atau menari (bisa diiringi musik). Baca juga:Modul Ajar dan RPPH PAUD - TK, Topik : Kegemaranku, Aku Suka Berolahraga - Kurikulum Merdeka Belajar Pembiasaan 4: Makan sehat dan bergizi Makan sehat memberikan energi dan menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit. Makanan bergizi juga membantu perkembangan otak dan pertumbuhan yang optimal. Sarapan dengan makanan sehat, seperti sayur dan buah Mengurangi makanan yang terlalu manis atau berminyak Minum air putih yang cukup setiap hari Menghabiskan makanan tanpa membuang-buangnya Membantu menyiapkan makanan sehat bersama keluarga. Baca juga:RPP / Modul Ajar PAUD Tema Diriku Subtema Makanan Sehat Pembiasaan 5: Gemar belajar Gemar belajar membuat kita semakin cerdas dan memiliki banyak pengetahuan. Dengan rajin belajar, kita bisa mencapai cita-cita yang diimpikan. Membaca buku sebelum tidur atau saat waktu luang Mengerjakan tugas sekolah dengan sungguh-sungguh dan mengumpulkannya tepat waktu Bertanya jika tidak memahami pelajaran Menulis atau menggambar sesuatu yang dipelajari hari ini Mendengarkan penjelasan guru atau orang tua dengan baik. Baca juga:5 Kiat Membuat Siswa Gemar Belajar di Era Teknologi Pembiasaan 6: Bermasyarakat Bersikap baik kepada orang lain membuat kita memiliki banyak teman dan dihargai. Kebiasaan ini juga mengajarkan tentang kerja sama dan kepedulian terhadap sesama. Mengucapkan salam dan bersikap sopan kepada orang lain Membantu teman atau keluarga dalam hal kecil Bermain dengan teman dengan sikap yang baik dan sportif Mengucapkan terima kasih dan kata-kata yang sopan Tidak membeda-bedakan teman dan mau berbagi. Pembiasaan 7: Tidur Cepat Tidur cepat membantu tubuh beristirahat dengan baik sehingga bangun lebih segar. Dengan tidur yang cukup, kita bisa lebih fokus saat belajar dan beraktivitas. Tidak bermain gadget sebelum tidur Berdoa sebelum tidur dan mengingat / mengucapkan / menceritakan hal baik hari ini Tidur sesuai jadwal agar tubuh tetap sehat dan segar esok hari Mematikan lampu atau menggunakan lampu tidur yang nyaman Menghindari makan berat sebelum tidur agar tidur lebih nyenyak. Jurnal ini bisa dibuat seperti tabel dan anak-anak bisa menandai setiap aktivitas yang sudah dilakukan. Membiasakan diri dengan tujuh kebiasaan baik setiap hari akan membantu anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, disiplin, dan bertanggung jawab. Dengan terus melatih kebiasaan ini, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan dan meraih masa depan yang lebih baik. MARBEL TK DAN PAUD: Si Kecil Bisa Bermain Gim Sambil Belajar Sumber referensi: Freepik.com. (2024). Homeschool asian little young girl student learning sitting table working with his mother home [1]
Ayah Bunda sahabat Educa, usia dini adalah masa terbaik untuk menanamkan nilai kepemimpinan karena anak mudah menyerap kebiasaan. Karakter pemimpin, seperti percaya diri, tanggung jawab, dan kerja sama membantu anak menjadi pribadi yang mandiri dan peduli. Pembentukan karakter sejak kecil mempersiapkan si Kecil untuk menghadapi tantangan dan berani mengambil keputusan di masa depan. Baca juga: 6 Aktivitas di Sekolah untuk Mengembangkan Leadership Skill Karakter kepemimpinan bisa dibentuk sejak usia 2-4 tahun karena si Kecil mulai belajar dari lingkungan sekitarnya. Melalui berbagai pembiasaan sederhana di rumah bersama orang tua, anak dapat mengembangkan rasa percaya diri dan tanggung jawab. Pembiasaan kepemimpinan sejak dini membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berani, dan mampu bekerja sama dengan orang lain. Berikut adalah pembiasaan positif yang bisa membantu perkembangan karakter kepemimpinan si kecil agar tumbuh maksimal: Mengajarkan sopan santun: Biasakan si Kecil mengucapkan "tolong" dan "terima kasih" agar terbiasa menghargai orang lain dan bersikap andhap asor. Baca juga:Anak Bicara Kurang Sopan? Ini Cara Mencegahnya Menjadi contoh yang baik: Tunjukkan sikap disiplin, jujur, dan peduli karena si kecil belajar dari perilaku atau teladan dari Ayah Bunda. Melibatkan anak dalam tugas rumah: Ajak si Kecil membantu merapikan mainan atau meja makan bersama Ayah Bunda untuk menumbuhkan tanggung jawab. Mendorong keberanian berbicara: Beri kesempatan si Kecil menyampaikan pendapat serta idenya agar lebih percaya diri. Membiasakan menyelesaikan masalah: Bantu si Kecil mencari solusi sederhana saat menghadapi kesulitan untuk melatih kemandirian dan problem solving skill. Memberikan pilihan sederhana: Biarkan si Kecil memilih baju atau makan siang sendiri untuk melatih pengambilan keputusan dan berpikir kritis. Menghargai usaha sendiri dan orang lain: Ajarkan si Kecil untuk bangga dengan usahanya. Ayah Bunda bisa memotivasi mereka dengan memuji setiap usaha dan perkembangannya. Ajak si Kecil mengapresiasi teman yang mendapatkan prestasi, agar ia belajar menghargai usaha orang lain dan sikap empati. Mengenalkan tanggung jawab kecil: Beri si Kecil tugas sederhana seperti menyusun sepatu sepulang sekolah untuk melatih kemandirian dan tanggung jawab. Melatih kerja sama: Ajak si Kecil bermain atau menyelesaikan tugas bersama teman atau saudara agar bisa belajar berbagi peran dan bekerja sama. Libatkan ia saat bersih-bersih rumah bersama Ayah Bunda. Baca juga:Mengajarkan Kerja Sama kepada Anak? Ternyata Mudah Sekali Mengajarkan ketegasan dengan kasih sayang: Bantu si Kecil memahami batasan dan aturan dengan cara yang lembut tetapi tegas agar ia belajar disiplin. Agar seimbang, jangan lupa memberikan apresiasi atau pujian saat ia bisa melakukan kebaikan atau menaati aturan. Mendorong rasa ingin tahu: Jawab pertanyaan si Kecil dengan sabar, hargai setiap pendapatnya. Pembiasaan ini bisa menstimulasi kemampuan berpikir kritis dan terbuka. Mengajarkan pentingnya berbagi: Libatkan si Kecil dalam kegiatan amal. Ajak ia berkunjung pada teman yang berulang tahun atau perayaan tertentu sambil membawa hadiah istimewa. Melatih kesabaran: Ajak si Kecil bermain permainan secara bergiliran dengan saudaranya, misalnya ular tangga. Menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap barang pribadi: Biasakan si Kecil merapikan mainan atau menyimpan barangnya sendiri agar lebih mandiri. Bila ada barang yang rusak, biasakan agar si Kecil menceritakan apa penyebabnya kepada Ayah Bunda. Mengajarkan keberanian mencoba hal baru: Dukung si Kecil untuk mencoba aktivitas baru dan memuji setiap “keberhasilan kecil”. Saat ia melakukan kesalahan, berikan motivasi agar tidak mudah menyerah dalam mencoba hal baru agar ia lebih percaya diri dan tidak takut menghadapi tantangan. Baca juga:Si Kecil Mudah Grogi? Inilah 6 Cara Sederhana Membangun Mentalnya Jadi Pemberani Ayah Bunda sahabat Educa, menanamkan karakter kepemimpinan sejak dini bisa membantu si Kecil tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan bertanggung jawab. Dengan pembiasaan positif di rumah, si Kecil belajar memimpin dirinya sendiri sebelum kelak bisa memimpin orang lain atau suatu organisasi. Peran aktif Ayah Bunda sebagai teladan dan pendamping sangat penting dalam membentuk karakter kepemimpinan si Kecil. Semoga Ayah Bunda sahabat Educa tetap semangat membangun karakter si Kecil sejak dini dan dari pembiasaan-pembiasaan sederhana. MARBEL TK DAN PAUD: Membantu Kembangkan Aneka Skill Penting Si Kecil dengan Bermian Gim Sumber referensi: Freepik.com. (2024). Kid playing with paper plane [1] Peakeacademy.com. (2024). How to help your preschooler be a leader [2] Actionforchildren.org. (2024). Leadership in child care [3]
“Orangnya pintar. Namun, sayang, attitude-nya kurang baik.” Mungkin Ayah Bunda pernah mendengar orang berkata seperti itu. “Attitude” adalah hal yang penting dan perlu melekat dalam pribadi seseorang agar ia memiliki integritas yang baik. Mengajarkan kebiasaan positif pada si Kecil sejak dini adalah langkah penting dalam membentuk “attitude” atau karakter karakternya di masa depan. Dapatkan LKA Gratis:Jadikan kegiatan mengerjakan Lembar Kerja Anak menjadi semakin menyenangkan. Unduh di platform Educa Studio Pada usia 1-2 tahun, si Kecil sedang dalam tahap eksplorasi dan meniru, sehingga merupakan waktu yang tepat untuk mengenalkan nilai-nilai baik dengan cara yang menyenangkan. Dengan pendekatan yang kreatif dan penuh kasih sayang, Ayah Bunda dapat membantu si Kecil belajar kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah 22 kebiasaan tersebut! 1. Merapikan mainan Ajak si Kecil bersama-sama membereskan mainan sambil mendengarkan lagu kesukaan, atau mengajaknya berlomba dengan mengatakan, “Siapa yang bisa mengumpulkan mainan ke dalam kotak paling banyak, adalah pemenangnya!” Jangan lupa untuk mengalah saja, ya Ayah Bunda. 2. Mengucapkan kata “tolong” Ayah Bunda hampir tidak mungkin membutuhkan bantuan si Kecil. Namun, cobalah meminta tolong pada si Kecil untuk mengambilkan suatu benda dengan mengucapkan kata “tolong”. Baca juga:Tips MENGAJARKAN 3 KATA AJAIB, Maaf, Tolong, Terima kasih, dengan Cara Menyenangkan: Pada Anak PAUD Usia 4-5 Tahun 3. Cuci tangan sebelum makan Ayo, ajak si Kecil membiasakan diri dengan cara mencuci tangan bersama Ayah Bunda. 4. Table manner yang baik Ajak si Kecil makan bersama tanpa gangguan segala aktivitas dengan layar. 5. Mengucapkan salam Setiap si Kecil bangun pagi, ucapkan “Selamat pagi!” Saat hendak pergi, Ayah Bunda bisa berpamitan. 6. Mengucapkan terima kasih Agar bisa jadi teladan, sering-seringlah mengucapkan terima kasih saat menerima bantuan dari siapa saja. Atau, saat Ayah Bunda membantu si Kecil, tapi ia lupa mengucapkan terima kasih, ucapkan “terima kasih” pada si Kecil. 7. Menunggu giliran Ajak ia bermain game yang memberikan kesempatan kepada si Kecil untuk menunggu giliran, misalnya ular tangga, halma, dan lainnya. Atau, bila ia punya saudara kandung, berikan kesempatan padanya untuk bermain secara bergiliran dengan kakak atau adiknya. 8. Mendengarkan nasihat / instruksi Berikan waktu untuk mendengarkan segala cerita dari si Kecil dengan sepenuh hati dan menatap matanya. 9. Meminta maaf Saat Ayah Bunda membuat suatu kesalahan, dengan setulus hati ucapkanlah kata “maaf”. Baca juga:6 Hal Penting saat Orang Tua Meminta Maaf kepada Anak 10. Hidup hemat Ajak si Kecil menabung bersama. Ayah Bunda juga perlu bijaksana dalam membeli barang-barang sesuai kebutuhan. 11. Peduli pada kebersihan Ajak si kecil membersihkan rumah bersama. Bila ada kertas atau kardus sisa bungkus makanan di lantai atau di atas meja, ajak ia membuangnya di tempat sampah bersama-sama. 12. Sopan berkata-kata Gunakan kata-kata yang baik saat berkomunikasi dengannya, meskipun saat menasehati atau menegur karena si Kecil berbuat suatu kesalahan. Baca juga:Anak Bicara Kurang Sopan? Ini Cara Mencegahnya 13. Berbagi pada sesama Ajak si Kecil berkegiatan sosial. Ayah Bunda juga bisa meminta si Kecil memasukkan sejumlah uang di kotak sumbangan 14. Tidak membuang makanan Berikan porsi makan yang secukupnya. Yang penting si Kecil mampu menghabiskannya. 15. Mengasihi hewan dan tanaman Berikan ia kesempatan memelihara tanaman atau hewan, serta ajari cara merawatnya dengan baik. 16. Mandiri dalam mengenakan pakaian Berikan kesempatan mengenakan pakaiannya sendiri, dan berikan bantuan bila benar-benar dibutuhkan. 17. Cinta alam Ajak ia berkreasi dengan aneka bahan bekas, dan meminimalisir penggunaan kantong plastik. 18. Tekun berdoa Ajak ia berdoa bersama dan mengingatkan juga agar ia rajin berdoa sebelum beraktivitas dengan kata-kata yang sederhana. Baca juga:Kabi Kisah Teladan Nabi sebagai Bentuk Pengenalan Ibadah pada Anak Usia Dini 19. Membantu orang lain Mintalah ia membantu Ayah Bunda mulai dari hal yang sederhana, misalnya mengambilkan sendok. 20. Kesabaran Saat si Kecil berbuat salah, Ayah Bunda harus menasehatinya dengan kata-kata yang lembut dan penuh empati. 21. Sopan berperilaku Budayakan penggunaan kata “permisi” saat hendak melewati orang lain yang sedang duduk dan menganggukkan badan saat memberi salam. 22. Bangun pagi Ciptakan suasana yang ceria dan penuh semangat di pagi hari, misalnya dengan memutarkan lagu yang bermakna positif plus penuh semangat, mengajak berdoa bersama, senam pagi bersama. Baca juga:Bangun Pagi: Apa Manfaatnya Bagi Si Kecil? Apa Peran Orang Tua? Mengapa Penting untuk Anak Indonesia Hebat? Menanamkan kebiasaan positif sejak dini akan membantu si Kecil tumbuh menjadi anak yang berakhlak mulia dan berintegritas. Dengan kesabaran, konsistensi, dan bimbingan dari Ayah Bunda, segala kebiasaan tersebut di atas, pasti akan memberikan hasil yang positif bagi perkembangan anak di masa depan. Tetap semangat jadi teladan! RIRI: Animasi keren untuk belajar dengan aneka dongeng pembangun karakter! Sumber referensi: 1. Freepik.com. (2024). Walking family child walk baby [1]
Bangun pagi menjadi salah satu kebiasaan penting yang ditekankan dalam program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang digagas oleh Kemendikdasmen dan Bapak Menteri Mu’ti pada awal tahun 2025. Kebiasaan ini tidak hanya mendukung perkembangan fisik dan mental anak, tetapi juga memberikan fondasi kuat untuk membentuk karakter yang disiplin, penuh semangat, dan siap menghadapi tantangan di era digital. Baca juga:Contoh Naskah Pidato Bertema Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Awal Semester 2 untuk PAUD / TK Dalam artikel ini, kita akan membahas manfaat bangun pagi bagi si kecil, peran orang tua dalam membentuk kebiasaan ini, serta mengapa kebiasaan ini begitu penting untuk mencetak anak Indonesia yang hebat di masa depan. Ayah bunda sahabat Educa, apa saja manfaat penting bangun pagi bagi si kecil? Beberapa manfaat bangun pagi bagi anak usia dini antara lain: Meningkatkan kesehatan badan: Si kecil berkesempatan untuk mengawali hari dengan kegiatan fisik yang seru dan menyenangkan, misalnya merapikan tempat tidur, lari kecil-kecil atau melakukan gerak lagu Meningkatkan daya konsentrasi: Si kecil akan menjadi lebih tenang, tidak merasa terburu-buru, dan memiliki waktu untuk beribadah atau berdoa yang menunjang fokusnya saat belajar di sekolah Mengembangkan karakter disiplin: Si kecil bisa belajar tanggung jawab dan mengelola waktu secara efektif. Meningkatkan kualitas istirahat: Si kecil akan terpola untuk memiliki waktu tidur yang cukup dan teratur, sehingga menunjang kebugaran serta mencegah terjadinya “burn out” Meningkatkan kesehatan mental dan spiritual: Si kecil akan terbiasa melakukan segala sesuatu dengan ketenangan, yang merupakan hal penting agar mampu menyelesaikan tugas dengan kualitas optimal. Baca juga:Cara Orang Tua Mengajarkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat 2025 Sesuai Anjuran Kemendikdas Bagaimana ayah bunda membantu si kecil melakukan pembiasaan ini? Ayah bunda memiliki peran yang sangat penting dalam membantu si kecil membiasakan diri untuk bangun pagi. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mendukung pembiasaan ini: Menjadi teladan: Ayah bunda perlu membiasakan diri agar bisa bangun lebih awal, agar bisa membantu membangunkan si kecil dan memotivasinya untuk melakukan kebiasaan yang sama Berikan apresiasi dan motivasi: Saat si kecil bisa bangun pagi, ayah bunda bisa mengapresiasinya, sehingga ia akan merasa bahwa usahanya dihargai Bangun suasana happy: Jadikan pagi hari sebagai saat yang menyenangkan dan positif dalam memulai hari, dengan melakukan kegiatan menyenangkan, misalnya sarapan atau senam bersama Membantu mengatur waktu tidur: Ayah bunda bisa membantu si kecil agar memiliki waktu tidur yang berkualitas atau tidur nyenyak selama minimal 7-8 jam Membantu Mengatur Jadwal Aktivitas Harian: Agar si kecil bisa tidur tepat waktu dan bisa dilakukan secara rutin, ayah bunda bisa membantu si kecil membuat jadwal kegiatan. Pastikan juga si kecil tidak beraktivitas dengan “layar”. Baca juga: Tidur Berkualitas Membuat Anak Menjadi Cerdas Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur tepat pada waktunya), memerlukan dukungan dari ayah bunda yang berperan sebagai teladan utama dalam kehidupan anak sehari-hari. Ayah bunda perlu membantu menciptakan kebiasaan ini dengan memberi motivasi, contoh langsung, dan memastikan bahwa si kecil memiliki rutinitas tidur yang berkualitas. Pendidikan anak usia dini tidak hanya membentuk kecerdasan akademis, tetapi juga karakter dan kebiasaan positif yang membekali anak untuk menghadapi tantangan di era yang semakin kompetitif. Marbel Pelajaran TK dan PAUD: Media Menyenangkan dan Mencerdaskan Kesukaan Anak Indonesia Sumber referensi:1. Freepik.com. (2024). Teenager boy having fun summer [1]
Pembentukan karakter anak perlu dibangun sejak usia dini. Salah satu karakter penting yang perlu dibangun adalah kejujuran. Kejujuran merupakan salah satu karakter dasar dan sangat penting agar seseorang memiliki integritas dan menjadi insan yang dipercaya. Artikel Terkait:- Cara Membentuk Karakter Disiplin pada Anak- Ide Aktivitas Pembangun 6 Dimensi Karakter Profil Pelajar Pancasila untuk Anak PAUD Dunia digital memudahkan seseorang untuk berlaku curang demi keuntungan diri sendiri. Kejujuran bisa mencegah Si Kecil jauh dari pengaruh buruk untuk berbuat curang atau berlaku bohong kepada sesama. Itulah mengapa, banyak perusahaan berusaha mencari orang jujur dan dapat dipercaya agar tidak mengalami kerugian hanya karena perilaku tidak jujur dari salah seorang karyawannya. Ayah Bunda Sahabat Educa, inilah beberapa pembiasaan yang bisa diaplikasikan kepada Si Kecil agar ia tumbuh jadi pribadi yang jujur dan berintegritas tinggi di masa depan, khususnya untuk anak berusia 3-4 tahun atau usia Kelompok Bermain. KABI: Video Animasi Kisah Nabi Pembentuk Karakter Islami Bercerita Sebelum tidur, Ayah Bunda bisa menceritakan dongeng tentang anak yang jujur, misalnya kisah tentang seorang anak yang menemukan dompet, lalu ia berjuang untuk menemukan pemiliknya. Setelah mendongeng, ajak Si Kecil untuk berdiskusi dan berefleksi dengan bertanya, “Apa yang akan adik lakukan bila menjadi pemeran utama dalam cerita?” Tanya Jawab tentang Kegiatan Harian Ayah Bunda bisa mengajak Si Kecil melakukan tanya jawab sederhana tentang kegiatan yang dilakukan dalam sehari. Si Kecil bisa menjawab “ya” atau “tidak” dalam permainan ini. Adakalanya Si Kecil bisa diajak untuk menjelaskan alasannya dari jawaban tersebut, misalnya: Apakah adik suka pelajaran di sekolah hari ini? Mengapa adik menyukainya? Memberikan Pertanyaan Reflektif Saat beraktivitas dalam suasana santai bersama Si Kecil, Ayah Bunda bisa memberikan pertanyaan reflektif, misalnya: Bila Adik menemukan coklat di atas meja kelas, apa yang akan Adik lakukan? Bila Adik menumpahkan air di atas meja makan, apa yang harus Adik lakukan? Bila Adik hendak meminjam pensil milik teman, apa yang perlu Adik lakukan? Mengajak Bernyanyi atau Berpuisi Pilih sebuah lagu atau puisi sederhana, mudah dipahami, dan mudah dihafal oleh Si Kecil serta yang mengajarkan kejujuran. Lagu dan puisi bisa diucapkan Si Kecil di mana saja dan kapan saja. Akan lebih baik bila Ayah Bunda juga bersedia menghafalkannya. Memberikan Apresiasi Saat Si Kecil melakukan satu kebaikan yang berhubungan dengan kejujuran, Ayah Bunda bisa memberikan sebuah lencana atau bros kejujuran. Apresiasi ini bergambar karakter favorit Si Kecil bertuliskan, “Terima Kasih Sudah Menjadi Anak yang Jujur” atau “Kamu Hebat, Karena Kamu Anak yang Jujur”. Apresiasi juga bisa berwujud stiker, pujian, dan kata-kata positif yang motivatif. Baca juga:Trex Kecil yang Malang: Cerita Anak Pembangun Karakter dan Pengetahuan Menjadi Teladan Teladan adalah metode mengajar terbaik. Pastikan Ayah Bunda bisa menjadi teladan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari dengan sering mengajak Si Kecil bercerita secara terbuka dan berkata-kata yang baik serta jujur ketika berbicara.Ayah Bunda juga bisa menceritakan pengalaman nyata melakukan atau mengatakan kejujuran. Baca juga: 11 Judul Kisah Teladan Nabi 2024: Plus Cerita Singkat dan Pesan Moral Ayah Bunda Sahabat Educa, kejujuran merupakan fondasi yang fundamental serta penting untuk diajarkan pada Si Kecil sejak dini. Si Kecil yang berusia 3-4 tahun pun bisa diajari dengan melakukan pembiasaan-pembiasaan sederhana, santai, dan menyenangkan. Namun, tentu saja akan sangat bermanfaat bagi perkembangan karakter Si Kecil. Yuk, kita didik generasi Indonesia sejak dini agar tumbuh menjadi insan yang jujur, berintegritas, dan berhati nurani yang mulia demi masa depan yang indah. Kejujuran adalah fondasi penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini untuk membangun karakter yang kuat dan integritas dalam diri anak. Dengan memberikan teladan, membiasakan refleksi, dan memberikan apresiasi, anak-anak akan belajar memahami nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita bersama-sama mendidik generasi yang jujur, dapat dipercaya, dan memiliki hati nurani yang baik untuk masa depan yang lebih cerah. Ajak Si Kecil Belajar dengan Media LKA, Bisa Diunduh GRATIS Sumber Referensi:1. Freepik.com. (2023). Happy family mother daughter together [1]