Top
Jumat, 29 November 2024 | Parenting

Kemampuan kognitif anak usia dini menjadi salah satu hal yang harus diprioritaskan orang tua. Selain membantu pembentukan keterampilan dasar, kemampuan kognitif juga memengaruhi perkembangan intelektualitas mereka di masa depan. Sederhananya, keterampilan kognitif adalah kemampuan otak dalam melakukan berbagai tugas atau pekerjaan, mulai dari yang sederhana hingga kompleks. Kemampuan ini erat kaitannya dengan perkembangan keterampilan motorik, sosial, emosi, dan adaptif anak. Selain itu, pengertian keterampilan kognitif adalah kemampuan otak yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai macam tugas, di mana individu jadi lebih cepat menangkap dan mengingat segala sesuatu yang dijumpainya. Keterampilan kognitif, pada intinya, dibutuhkan agar anak bisa berkembang jadi individu yang jauh lebih terampil, cerdas, dan beretika. Butuh upaya besar dari para orang tua untuk mendidik anaknya demi masa depan mereka yang lebih baik. Walau mungkin kadang melelahkan, sebagai orang tua, tentu ayah bunda menginginkan hal yang terbaik untuk anak-anaknya. Oleh sebab itu, artikel ini akan membahas beberapa tips melatih keterampilan kognitif pada anak usia dini. Baca juga: Marbel TK PAUD, Inovasi dalam Dunia Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Tips melatih keterampilan kognitif anak usia dini Untuk melatih dan mengembangkan keterampilan kognitif anak sejak usia dini, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak. Bukan hanya orang tua saja yang harus proaktif, lingkungan sekitar pun juga perlu mendukung. Berikut beberapa tips melatih keterampilan kognitif anak usia dini: Mendengarkan musik Tahukah Ayah Bunda bahwa dengan mendengarkan atau bermain musik, hal ini bisa meningkatkan keterampilan kognitif anak? Mendengarkan musik juga dapat meningkatkan konsentrasi dan daya ingat anak, juga menjaga kesehatan mental mereka. Membaca buku  Salah satu tips melatih keterampilan kognitif anak usia dini, yakni dengan mengajak mereka membaca buku. Lewat buku, anak akan memperoleh stimulus yang nantinya akan membantu mereka memperoleh informasi baru. Baca juga: Kembangkan Kemampuan Anak Usia Dini dengan Marbel TK PAUD Berkomunikasi secara aktif dengan anak Tips melatih keterampilan kognitif lainnya, yakni rutin mengajak anak berkomunikasi secara aktif. Tanyakan hal apa saja yang diinginkan anak, ajak mereka menyuarakan apa saja yang menjadi permasalahannya, dan tumbuhkan komunikasi terbuka dengan anak. Menonton video animasi bertemakan edukasi atau pembelajaran Tips melatih keterampilan kognitif lainnya, yaitu menonton video animasi bertemakan edukasi atau pembelajaran. Dengan aktivitas menyenangkan seperti ini, anak tidak hanya terbantu dalam mengembangkan keterampilan kognitifnya, namun, juga merasa bahagia. Kemampuan kognitif anak usia dini juga bisa ditumbuhkan dengan bermain puzzle, teka-teki, sudoku, atau sejenisnya. Ayah Bunda bisa memberikan permainan atau gim yang dapat mengedukasi mereka. Dalam penerapannya, orang tua bisa menggunakan gim Marbel TK PAUD untuk melatih kemampuan kognitif anak usia dini. Marbel TK PAUD adalah solusi tepat bagi ayah bunda yang ingin mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan si kecil. Ada lebih dari 20 konten belajar dan permainan dalam gim Marbel TK PAUD, yang bisa diakses secara gratis, mudah, dan fleksibel dari mana saja. Bersama Marbel TK PAUD, anak akan dipermudah dalam melatih keterampilan kognitifnya. Baca juga: Educa Studio Hadir Memeriahkan Bulan Mutu Nasional 2024 di Jakarta, lewat Marbel TK PAUD Selain caranya yang menyenangkan, gim edukasi Marbel TK PAUD juga bersifat interaktif. Si kecil bisa berinteraksi dengan karakter-karakter yang ada dalam gim, sehingga keterampilan motorik halusnya pun juga bertumbuh. Sadar bahwa kemampuan kognitif anak usia dini merupakan satu hal yang diprioritaskan, Educa Studio menghadirkan Marbel TK PAUD, yang diharapkan bisa membangun kecerdasan mereka di masa depan. Karenanya, Marbel TK PAUD bukan hanya media untuk melatih kemampuan kognitif anak usia dini, namun, juga sebagai media pembelajaran yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan. Sumber referensi: Basri, Hasan. Kemampuan Kognitif dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Ilmu Sosial bagi Siswa Sekolah Dasar. (2018). Jurnal Penelitian Pendidikan. Detik.com. Ini Alasan Mengapa Kemampuan Kognitif Harus Dilatih Sejak Dini. (2022). Tanggal akses 29 November 2024. Kumparan.com. Kemampuan Kognitif: Pengertian dan Cara Meningkatkannya. (2023). Tanggal akses 29 November 2024.

Senin, 18 November 2024 | Company

Pada dasarnya, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan keterampilan kognitif anak usia dini. Salah satunya, metode pembelajaran melalui permainan, atau yang lebih dikenal sebagai game based learning. Tidak bisa dimungkiri, kehadiran metode ini dilandaskan pada pesatnya perkembangan teknologi dewasa ini. Makin banyak orang memanfaatkan teknologi untuk memenuhi kebutuhan atau keperluan mereka. Teknologi seolah-olah sudah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Karenanya, banyak bermunculan game edukasi di Indonesia, sebagai satu di antara bentuk perwujudan metode pembelajaran melalui permainan tersebut. Contohnya, game interaktif untuk anak dari Educa Studio, Marbel (Mari Belajar Sambil Bermain) TK PAUD atau Belajar TK PAUD Bersama Marbel. Apa itu keterampilan kognitif anak? Secara sederhana, pengertian keterampilan kognitif anak adalah kemampuan anak untuk berpikir lebih kompleks, melalui proses penalaran juga metode pemecahan masalah yang tepat.  Dalam lingkup pendidikan, keterampilan kognitif anak adalah kemampuan intelektual anak untuk memproses informasi, memahami konsep, belajar bahasa, hingga mempersepsikan suatu hal dengan tepat. Baca juga: Kembangkan Keterampilan Motorik Halus Anak dengan Marbel TK PAUD dari Educa Studio Jean Piaget, seorang psikolog asal Swiss, menjabarkan bahwa ada empat tahap perkembangan keterampilan kognitif anak, yaitu: Tahap sensomotorik (terjadi pada usia 0 hingga 2 tahun) Tahap pra-operasional (berlangsung dari usia 2 hingga 7 tahun) Tahap operasional konkret (terjadi dari usia 7 hingga 12 tahun) Tahap operasional formal (berlangsung dari usia 12 tahun ke atas). Pada masing-masing fase tersebut, keterampilan kognitif anak akan berkembang. Karenanya, peran orang tua dan tenaga pendidik sangat dibutuhkan, hingga nantinya anak tumbuh dewasa dan menjadi pribadi yang terampil. Metode pembelajaran melalui permainan Proses pembelajaran melalui permainan cocok ditujukan untuk anak usia dini. Karena di usianya tersebut, proses belajar anak memang dilakukan lewat permainan yang sifatnya mengedukasi.  Baca juga: Bangun Pendidikan Anak Usia Dini yang Interaktif dan Menyenangkan bersama Marbel TK PAUD Oleh sebab itu, bermunculan banyak game edukasi di Indonesia. Marbel TK PAUD (Mari Belajar Sambil Bermain) dari Educa Studio contohnya. Marbel TK PAUD adalah game interaktif untuk anak usia dini, tepatnya yang berusia 2 hingga 6 tahun.  Marbel TK PAUD menggunakan metode pembelajaran melalui permainan, di mana anak bisa belajar sambil bermain dengan cara yang menyenangkan. Ada 13 jenis aktivitas pembelajaran dan 21 kegiatan permainan dalam gim ini. Anak akan merasa lebih leluasa saat belajar, dan tidak akan merasa ditekan atau dipaksa. Sebab, semua konten yang dihadirkan dalam Marbel TK PAUD memang sudah disesuaikan dengan kebutuhan anak usia dini. Tak hanya itu, konten-konten yang ada pun juga sudah disetujui oleh para pengajar di Google Play Store. Dengan demikian, semua konten tersebut sudah dipastikan tepat untuk mengedukasi anak usia dini. Baca juga: Kontribusi Marbel TK PAUD dalam Dunia Pendidikan di Indonesia Sebagai salah satu game edukasi di Indonesia, Marbel TK PAUD dapat dijadikan alternatif untuk metode pembelajaran melalui permainan, guna meningkatkan keterampilan kognitif anak sejak usia dini. Marbel TK PAUD bukan sekadar game interaktif untuk anak, tetapi juga merupakan alat yang efektif untuk mengembangkan keterampilan kognitif anak, lewat pendekatan yang menyenangkan dan interaktif. Instruksi yang mudah dipahami dan aktivitas yang beragam, tidak akan membuat anak bosan ketika belajar. Sejatinya, pemanfaatan teknologi tepat guna seperti Marbel TK PAUD, tidak hanya memberi manfaat sementara dalam jangka pendek. Namun, juga menjadi dasar yang kuat untuk membantu mengembangkan keterampilan kognitif anak. Agar dapat terus berkontribusi dalam dunia pendidikan di Indonesia, juga membantu mengembangkan keterampilan kognitif anak-anak, Educa Studio membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Baca juga: Marbel TK PAUD sebagai Pilihan Investasi Tepat bagi Lembaga Pendidikan Untuk informasi lebih lanjut terkait kerja sama atau kolaborasi bisnis ini, dapat menghubungi kami di cs@educastudio.com.  Sumber referensi: Paudpedia.kemdikbud.go.id. Mengenal Tahap Perkembangan Kognitif Anak. (2024). Tanggal akses 18 November 2024. Rozana, Salma, dkk. Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini. (2020). Jawa Barat: Edu Publisher.

Senin, 04 November 2024 | Company

Perkembangan teknologi yang pesat, secara langsung maupun tidak, pasti memengaruhi tumbuh kembang anak dari segi pendidikannya. Untuk itu, orang tua dan tenaga pendidik, dalam hal ini guru, perlu mencari alternatif solusi pembelajaran yang tepat. Sebagaimana yang kita ketahui, pendidikan yang tepat dan sesuai, akan berpengaruh besar dalam perkembangan kognitif anak usia dini. Oleh karena itu, perencanaan dan pelaksanaannya harus dilakukan seefisien mungkin. Cara mengembangkan kognitif anak Perkembangan kognitif adalah proses mengingat, mengambil keputusan, dan memecahkan masalah. Tiap anak pasti memiliki perkembangan kognitif yang beragam dan tidak bisa disamakan. Secara sederhana, bisa dipahami bahwa kognitif adalah aktivitas yang berhubungan dengan proses mengaitkan, menilai, juga menimbang suatu kejadian. Kognitif erat kaitannya dengan pengetahuan seseorang. Baca juga: Tips Mengembangkan Keterampilan Berbahasa Anak dengan Riri Cerita Anak Interaktif J. Piaget, seorang psikolog asal Swiss, merumuskan empat tahap perkembangan kognitif anak yang perlu dipahami, yaitu: Tahap sensorimotor (berlangsung sejak anak dilahirkan hingga berusia 2 tahun) Tahap pra-operasional (mulai usia 2 hingga 7 tahun) Tahap pra-operasional konkret (usia 7 hingga 11 tahun) Tahap operasional formal (usia 11 tahun hingga dewasa).  Dari pemaparan J. Piaget di atas, bisa disimpulkan bahwa perkembangan kognitif anak, sejatinya, akan terus terjadi hingga mereka dewasa nanti. Dengan demikian, perkembangan kognitif manusia akan terjadi secara berkesinambungan dan terus-menerus. Sebagai langkah awal yang baik, orang tua bisa mulai mengembangkan kognitif anak lewat cara-cara di bawah ini: Mendengarkan atau bermain musik Membaca buku Membuat karya seni Membiarkan anak mengeksplorasi dunianya sendiri Bermain bersama teman Bermain kartu huruf dan angka Berdiskusi dengan anak Bernyanyi. Peran Riri Cerita Anak Interaktif dalam perkembangan kognitif anak Selain usaha di atas, cara mengembangkan kognitif anak lainnya, yaitu mengajak mereka bermain permainan edukatif yang tidak hanya interaktif, namun, juga menyenangkan. Tujuannya, agar anak makin termotivasi untuk belajar dan mengembangkan kemampuan kognitifnya. Baca juga: 5 Manfaat Riri Cerita Anak Interaktif bagi Anak Usia Dini Riri Cerita Anak Interaktif dari Educa Studio hadir sebagai teman belajar anak untuk menumbuhkan perkembangan kognitifnya. Riri adalah kumpulan cerita anak interaktif, yang berisi ratusan kisah ramah anak, mulai dari fabel, dongeng, hingga cerita pendidikan karakter. Lantas, bagaimana peran Riri Cerita Anak Interaktif dalam perkembangan kognitif anak? Dalam perkembangan kognitif anak, Riri membantu mereka menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan kognitifnya. Ada ratusan cerita ramah anak, yang tidak hanya mudah dipahami, tetapi juga memudahkan proses belajar mereka. Berikut beberapa testimoni terkait peran Riri Cerita Anak Interaktif dalam perkembangan kognitif anak: Testimoni Bunda Keyrin: “Cerita Riri ini sangat bagus dan menarik. Terdapat pesan moral di akhir cerita, sehingga membantu untuk mendidik anak. Terima kasih Educa Studio!” Baca juga: Bangun Empati Anak dengan Riri Cerita Anak Interaktif Testimoni Bunda Agustina: “Aplikasi Riri ini sangat menarik dan cerita yang ada mudah dipahami. Selain itu, memiliki gambar yang bagus sehingga tidak membuat bosan anak.” Testimoni Bunda Nor Khalisa: “Aplikasi ini sangat cocok untuk anak-anak karena memiliki cerita menarik dan interaktif. Aplikasi ini mendukung pembelajaran mandiri dengan memberikan akses ke berbagai cerita menarik. Saya sangat merekomendasikan aplikasi Riri ini untuk orang tua dan anak-anak yang ingin meningkatkan kualitas pendidikan.” Testimoni Ayah Alwi Alviansyah: “Menurut saya, aplikasi ini adalah pilihan tepat bagi orang tua yang ingin menghibur dan mengedukasi anak-anak mereka sebelum tidur. Dengan animasi yang menarik dan cerita yang inspiratif, aplikasi ini akan sangat disukai anak-anak dan memudahkan orang tua untuk membacakan cerita di mana pun dan kapan pun. Sangat recommended!” Baca juga: Riri Cerita Anak Interaktif: Pentingnya Cerita Interaktif dalam Pembelajaran Testimoni Bunda Diastuti Dewi: “Riri ceritanya bagus-bagus, tidak membosankan. Setiap cerita memiliki pesan positif yang mudah dipahami anak-anak. Kalau sedang berkumpul dengan anak-anak dan keponakan, semua antusias menonton Riri Cerita Anak Interaktif.” Jika diringkas, berikut beberapa peran Riri Cerita Anak Interaktif dalam perkembangan kognitif anak, yaitu: Meningkatkan kemampuan berpikir kritis Mengembangkan bahasa dan kosakata Mengajarkan metode atau cara memecahkan masalah Menstimulasi imajinasi serta kreativitas anak Menambah pengetahuan anak usia dini Mendidik anak secara emosional dan sosial. Berdasarkan penjelasan di atas, bisa disimpulkan, Riri Cerita Anak Interaktif punya peran penting dalam perkembangan kognitif anak. Mulai dari meningkatkan kemampuan berpikir kritis, hingga mendidik anak secara emosional dan sosial. Baca juga: Latih Disiplin Anak lewat Riri Cerita Anak Interaktif Riri Cerita Anak Interaktif dari Educa Studio, senantiasa berkomitmen untuk menemani proses anak mengembangkan keterampilan kognitifnya, hingga mereka memasuki usia remaja nanti. Untuk terus mewujudkannya, Educa Studio membuka peluang kolaborasi atau kerja sama bisnis dengan pihak lain. Informasi lebih lanjut mengenai peluang kolaborasi ini, dapat menghubungi cs@educastudio.com. Sumber referensi: Ardiana, Reni. Strategi Guru dalam Mengembangkan Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun di Taman Kanak-kanak. (2022). Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. Vol. 3, No. 2 Dinkes.sultengprov.go.id. 4 Tahapan Perkembangan Kognitif Si Kecil dalam Teori Piaget. (2023). Tanggal akses 4 November 2024. Khasanah, Uswatun, dkk. Model Pembelajaran Keterampilan Berbicara Anak Usia Dini menggunakan Big Book. (2022). Jakarta: Kencana. Kumparan.com. Kemampuan Kognitif: Pengertian dan Cara Meningkatkannya. (2023). Tanggal akses 4 November 2024.

Rabu, 18 September 2024 | Company

Marbel (Mari Belajar Sambil Bermain) merupakan brand milik Educa Studio yang berfokus pada penyediaan konten belajar atau edukasi yang menyenangkan. Salah satu produknya yang sudah dikenal luas adalah gim Marbel TK PAUD (Belajar TK PAUD Bersama Marbel). Guna menciptakan proses belajar yang cepat, tepat, mudah, murah, dan menyenangkan, Marbel dirancang sedemikian rupa untuk menyediakan konten edukatif yang tidak membosankan dan mudah dipahami anak-anak. Harapannya, Marbel bisa membantu menumbuhkan dan mengembangkan sisi kognitif anak TK (Taman Kanak-kanak), PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), dan SD (Sekolah Dasar), atau usia 2 hingga 10 tahun. Agar bisa mencapai harapan tersebut, gim edukasi Marbel TK PAUD dibagi menjadi dua program utama, yaitu program belajar dan permainan. Berikut daftar program permainan yang ada dalam gim Marbel TK PAUD (Belajar TK PAUD Bersama Marbel): Permainan Kuis Permainan Puzzle Huruf Permainan Berhitung Permainan Berkebun Permainan Sup Buah Permainan Supermarket Permainan Tangram Permainan Cari Benda Permainan Campur Warna Permainan Pop Warna Permainan Jigsaw Puzzle Permainan Magic Shape Permainan Mewarnai Permainan Animal Show Permainan Labirin Permainan Stamping Permainan Connecting Dot Permainan Restoran Permainan Mahir Piano Permainan Mahir Drum Permainan Matching Fun. Sementara itu, program belajar yang dimiliki gim Marbel TK PAUD adalah: Belajar Huruf Belajar Angka Belajar Bentuk Belajar Benda Belajar Buah Belajar Sayur Belajar Warna Belajar Transportasi Belajar Fauna Belajar Flora Belajar Profesi Belajar Tubuh Belajar Alat Berat. Artikel ini akan membahas empat rekomendasi program belajar dalam gim Marbel TK PAUD, yang bisa meningkatkan keterampilan kognitif anak. Yuk, kita simak penjelasannya di bawah ini! Pengertian keterampilan kognitif Dikutip dari buku Keterampilan Pembelajaran Abad 21 (2023) karya Alif Lukmanul Hakim dkk, keterampilan kognitif adalah keterampilan yang melibatkan proses berpikir, analisis pemecahan masalah, hingga proses pengambilan keputusan. Beberapa hal yang termasuk dalam keterampilan kognitif, yaitu kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta pemahaman konseptual. Sementara itu, dalam jurnal Meningkatkan Keterampilan Kognitif dan Kreativitas Anak Usia Dini (2022), dituliskan bahwa pengertian keterampilan kognitif adalah kemampuan anak untuk mempelajari dan memahami hal baru yang dijumpainya. Keterampilan kognitif juga termasuk kemampuan untuk menyelesaikan, mengatasi, atau memecahkan masalah yang dihadapinya melalui proses berpikir. Pada dasarnya, kognitif adalah semua hal yang berkaitan dengan kemampuan individu untuk menghubungkan, menilai, juga mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa. Kognitif berkaitan dengan perolehan, penataan, juga pemanfaatan pengetahuan. Rekomendasi program belajar dalam gim Marbel TK PAUD Menurut Jhoni Warmansyah dkk, dalam buku Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini (2023), keterampilan kognitif pada anak usia dini mencakup kecakapan untuk mengingat juga memahami objek yang dijumpainya. Keterampilan kognitif dapat terbentuk saat anak belajar mengklasifikasikan objek berdasarkan tujuan dan fungsinya. Mereka juga bisa belajar mencatat nama benda dan mencari tahu apa kegunaannya. Belajar Huruf Rekomendasi program belajar yang pertama dalam gim edukasi Marbel TK PAUD (Belajar TK PAUD Bersama Marbel) adalah belajar huruf. Huruf adalah pelajaran dasar yang harus dikuasai anak usia dini. Karena dengan belajar huruf, di tahapan berikutnya, anak akan lebih mudah berlatih membaca. Dalam gim Marbel TK PAUD, orang tua bisa mengajak anak untuk membaca, mendengar, melafalkan, hingga berlatih membuat huruf, mulai dari A sampai Z. Proses pembelajarannya pun dikemas menarik, sehingga anak bisa mengulanginya tanpa merasa bosan. Belajar Angka Rekomendasi program belajar yang kedua adalah Belajar Angka. Selain huruf, anak juga perlu belajar angka, karena keduanya dapat melatih bahkan meningkatkan keterampilan kognitif anak usia dini. Proses belajar angka bisa dilaksanakan secara bergantian atau beriringan dengan belajar huruf, di mana anak akan berlatih membaca, mendengar, melafalkan, dan membuat angka, mulai dari 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya. Belajar Bentuk Rekomendasi program belajar yang ketiga adalah Belajar Bentuk. Untuk meningkatkan keterampilan kognitif anak, mereka bisa diajak untuk mempelajari berbagai jenis bentuk yang akan mereka jumpai dalam keseharian, seperti persegi, oval, persegi panjang, dan lingkaran. Selain melatih ingatan anak soal bentuk, mereka juga akan belajar memahami dan dan mencatat bentuk-bentuk apa saja yang dijumpainya. Dengan begitu, keterampilan kognitif anak secara perlahan akan tumbuh dan meningkat. Belajar Benda Rekomendasi program belajar yang keempat dalam gim edukasi Marbel TK PAUD (Belajar TK PAUD Bersama Marbel) adalah Belajar Benda. Dalam program ini, anak akan diajak untuk mempelajari beragam jenis benda yang ditemui di lingkungan sekitar mereka, seperti ruang keluarga, kamar tidur, kamar mandi, dan dapur. Dengan rutin belajar sambil bermain bersama Marbel, secara perlahan, keterampilan kognitif anak akan terbentuk dan terasah dengan baik. Orang tua juga bisa mengombinasikan proses belajar anak dengan permainan, agar mereka tak merasa jenuh. Yuk, segera unduh gim Marbel TK PAUD (Belajar TK PAUD Bersama Marbel) di Google Play Store dan iOS!

Selasa, 14 Mei 2024 | Parenting

Keterampilan kognitif adalah salah satu hal yang penting, agar Si Kecil siap masuk SD / Sekolah Dasar. Keterampilan kognitif dapat membentuk dasar penting bagi perkembangan kecerdasan dan sosial emosional Si Kecil. Melalui aneka kegiatan sehari-hari bersama Ayah Bunda, diharapkan Si Kecil bisa mengembangkan keterampilan kognitif ini secara optimal. Apa sajakah keterampilan kognitif yang perlu dikembangkan dalam diri Si Kecil? Games atau permainan apa saja yang bisa dilakukan Si Kecil bersama Ayah Bunda di rumah? Artikel Terkait:Tips Jitu Kembangkan Kognitif Anak dengan 5 Cara Sederhana: Cara ke-5 Paling Keren Calistung Wajib Dikuasai Anak PAUD sebelum Masuk SD Panduan TERLENGKAP Melatih Keterampilan Bahasa Anak: Agar Siap Masuk SD 1. Keterampilan Bahasa Keterampilan ini meliputi kemampuan Si Kecil dalam berbicara, memahami suatu materi (pembicaraan, cerita, dan lainn), serta menulis. Contoh permainan: Membaca kata-kata sederhana. Bermain menyusun huruf menjadi kata (dengan permainan balok, puzzle, huruf magnetik, kartu huruf, dan lainnya) Menulis cerita sederhana. Melakukan kegiatan bercerita tentang hal-hal yang digemari Si Kecil. Tanya jawab (menjawab quiz) sesuai dengan cerita yang baru saja dibaca / ditonton. Baca juga: 21 Ide Kegiatan untuk Stimulasi Kecerdasan Bahasa Anak PAUD Usia 2 - 3 Tahun 2. Keterampilan Numerik Keterampilan ini berhubungan dengan pembelajaran tentang angka dan operasi dasar Matematika (pengurangan, penjumlahan, lebih besar, lebih kecil), mengurutkan angka, dan pola / bentuk angka. Baca juga: Permainan Pengembangan Numerik: Alat dan Bahannya Mudah Ditemukan Di Sekitar Contoh Permainan: Menghitung benda-benda di sekitar rumah. Menghitung pernik-pernik (benda-benda mungil), seperti pensil, kancing baju, dan lainnya. Bermain papan angka: Buatlah papan bertuliskan angka-angka di dalam gambar bentuk kotak-kotak. Lalu mintalah Si Kecil meletakkan kancing baju di atas angka sesuai dengan gambar angkanya. Mencari angka: Ajak Si Kecil mencari angka yang tersembunyi di sekitar rumah. Bermain kartu memori angka: Siapkan kartu bergambar angka 1 sampai 5. Lalu, tutup lima kartu tersebut dan disusun secara acak. Mintalah Si Kecil menyusunnya dengan urutan yang tepat. Agar Anak Didik Semakin Senang dan Semangat dalam Belajar, Ajak Bermain dan Belajar dengan Aplikasi Gim “Pelajaran TK dan PAUD”   3. Keterampilan Spasial Keterampilan mencakup pemahaman Si Kecil tentang ruang, bentuk, dan ukuran, termasuk pemahaman tentang arah, ukuran, dan jarak. Contoh Permainan: Bermain menyusun puzzle Bermain balok / blok Bermain permainan konstruksi / membangun dan merangkai (misalnya lego) Menggambar bentuk. Membuat bentuk dengan bahan kertas origami, lidi, kertas HVS, dan lainnya Mengenal bentuk benda di dalam ruangan Mewarnai dan menggambar bentuk Baca juga: 20 Ide PERMAINAN TERBARU Belajar Bentuk dan Warna: Untuk Anak PAUD Usia 2 - 3 Tahun 4. Keterampilan Kognitif Dasar Keterampilan kognitif dasar adalah kemampuan mental yang mendasar dan penting untuk proses belajar dan pemecahan masalah. Contoh permainan: Bermain kartu memori, misalnya mencocokkan kartu dengan gambar yang sama sambil menyebutkan nama benda pada kartu. Mencari perbedaan dari dua gambar. Bermain mengingat nama, hobi, dan hal menarik tentang teman sekelas. 5. Keterampilan Berpikir Kritis Keterampilan ini berhubungan dengan kemampuan Si Kecil dalam memecahkan masalah, menganalisa informasi, dan mengambil keputusan berdasarkan pemikiran yang logis dan irasional. Baca juga: Kembangkan Keterampilan Berpikir Kritis Anak dengan Cara Ini! Contoh Permainan: Bermain menyusun puzzle bersama Ayah Bunda (berkelompok) atau bersama teman. Mencari harta karun (ajak Si Kecil mencari benda tersembunyi sesuai petunjuk). Mengamati suatu benda dan membuat beberapa pertanyaan tentang benda tersebut. Bermain tebak-tebakan dan teka-teki, misalnya menyebutkan nama hewan dengan ciri-ciri yang disebutkan Ayah Bunda. Tidak hanya melalui permainan, Si Kecil juga perlu diajak untuk terus aktif dalam melakukan variasi kegiatan sehari-hari, misalnya berkebun, merapikan kamar, merapikan mainan, menyisir rambut, dan lainnya. Ayah Bunda juga bisa menjadikan kegiatan harian Si Kecil menjadi permainan menarik, misalnya saat merapikan mainan bersama, ajaklah Si Kecil berkompetisi. Atau, saat mengajak Si Kecil membantu membersihkan daun kering di kebun. Ajak Si Kecil menghitung jumah daun kering yang berhasil ia kumpulkan. Semoga dengan melakukan aneka permainan dan aktivitas menyenangkan di atas, Si Kecil makin siap masuk ke jenjang Sekolah Dasar / SD. Sumber Referensi:1. Educationcorner.com. (2022). Cognitive skills important for kindergarten [1] 2. Raisingchildren.net.au. (2022). Play preschooler development thinking play preschoolers [2] 3. Freepik.com. (2022). Bright imagination [3]

Senin, 25 Maret 2024 | Edukasi

Ada banyak fakta menarik yang perlu diajarkan kepada anak-anak didik tentang bulan Ramadan, terutama mereka yang berusia 4-6 tahun. Fakta menarik tersebut perlu diajarkan kepada anak-anak didik dengan cara yang menyenangkan dan menarik. Inilah 9 fakta menarik tentang bulan Ramadan dan cara kreatif untuk mengajarkannya kepada anak-anak didik. Semoga mereka semakin memahami makna bulan Ramadan dan mampu mengembangkan aneka keterampilan dan karakter secara optimal di bulan istimewa dan di tahun 2024 ini. 1. Bulan untuk Melakukan Ibadah Puasa Anak-anak didik perlu tahu bahwa bulan Ramadan adalah saat dimana umat Islam, terutama yang sudah dewasa, wajib menunaikan ibadah puasa. Guru bisa menceritakan sebuah dongeng tentang berpuasa dengan bahasa yang sederhana dan cerita yang menarik agar mereka lebih memahami konsep berpuasa. Jelaskan kepada anak-anak didik tentang nilai-nilai yang diajarkan dalam Ramadan, seperti kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Ajarkan kepada mereka bahwa Ramadan bukan hanya tentang berpuasa, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas diri dan memperdalam iman. Ajak Si Kecil Bernyanyi Lagu Edukasi bersama Ayah Bunda di Bulan Ramadan, Yuk!   2. Kisah dan Sejarah tentang Turunnya Al-Qur’an Al-Qur'an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad pada malam Lailatul Qadr, yang terjadi pada bulan Ramadan. Ini adalah malam yang sangat istimewa dan penuh berkah dalam Islam. Kembangkan Karakter Anak dengan Mengajak Nonton KABI (Kisah Teladan Nabi)   3. Saat yang Tepat untuk Mendapatkan Pahala Berlipat Ajarkan kepada anak-anak didik bahwa bulan Ramadan adalah saat yang tepat untuk mendapatkan pahala berlipat. Anak-anak didik bisa diajak untuk melakukan aneka kegiatan yang positif, misalnya berpuasa setengah hari, berdoa bersama, membantu orang tua mempersiapkan makanan untuk berbuka puasa, berbagi kepada sesama, menjaga perilaku baik, dan lainnya. 4. Waktu Berbuka Waktu berbuka puasa disebut dengan "iftar" dan biasanya dilakukan dengan memakan kurma dan minum air putih, seperti yang dilakukan Nabi Muhammad. Guru bisa bercerita tentang pentingnya waktu berbuka puasa dan bagaimana Nabi Muhammad dan para sahabatnya melakukannya. Berceritalah dengan bahasa yang sederhana dan cerita yang menarik. Ajari anak didik untuk membaca doa berbuka puasa dengan benar dan tata cara yang baik. Jelaskan makna dari doa tersebut agar mereka lebih memahaminya. 5. Belajar Menahan Lapar dan Haus Puasa Ramadan mengajarkan kesabaran dan empati karena umat Muslim merasakan lapar dan dahaga seperti yang dialami oleh orang-orang yang kurang beruntung. Dengan begitu, anak-anak didik akan semakin mampu melakukan kegiatan amal kepada mereka yang tidak mampu. Agar terbiasa belajar menahan lapar dan haus, guru bisa mengajar anak didik dengan memberi jadwal makan dan minum yang teratur ( makan dan minum di jam-jam tertentu) sehingga anak dapat terbiasa dengan pola ini. Baca juga: Ide Kegiatan Anak Usia 4-5 Tahun untuk Mengembangkan 10 Karakter Islami di Bulan Ramadan Modul Ajar & RPPH PAUD / TK Usia 5-6 Tahun, Tema : Kegiatan Edukaif di Bulan Ramadhan 6. Belajar Menjaga Perilaku Di bulan Ramadan, anak-anak didik perlu diajarkan cara menghormati orang lain, baik kepada teman yang beragama Islam maupun non-Islam. Anak-anak didik perlu diajarkan tentang pentingnya berperilaku yang baik. 7. Pentingnya Berbagi Di bulan Ramadan, anak-anak didik tidak hanya belajar cara berpuasa. Namun, mereka juga perlu belajar pentingnya berbagi kepada sesama, terutama mereka yang membutuhkan. Anak-anak didik perlu memahami bahwa kegiatan berbagi yang bisa dilakukan di bulan Ramadan tidak hanya berbentuk materi (uang, makanan, mainan). Namun, mereka juga bisa berbagi perhatian (memberi salam, senyum, sapaan), doa (untuk orang tua, saudara, teman), waktu (bermain bersama teman, membantu sesama), dan bentuk lainnya. 8. Menjaga Kesehatan dan Kebugaran Meski anak-anak PAUD biasanya masih belajar untuk berpuasa, tapi mereka juga perlu menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Misalnya, dengan tetap melakukan olahraga, makan makanan sehat plus bergizi, menjaga pola tidur, memiliki waktu untuk membersihkan kamar, dan lainnya. 9. Persiapan Menyambut Hari Raya Hari raya yang akan dirayakan oleh anak-anak di bulan Ramadan adalah Idul Fitri. Di hari raya ini, anak-anak didik perlu memahami pentingnya saling memaafkan dan merayakan keberhasilan menunaikan ibadah puasa selama sebulan penuh. Aplikasi Gim “Pelajaran TK dan PAUD" : Media Bermain dan Belajar Karya Bapak Andi Taru dan Tim Educa Studio.   Sumber Referensi:1. Funkidslive.com. (2022). Top 10 facts about ramadan [1] 2. Planbee.com. (2022). Ramadan facts for kids [2]